Mendalami Fiqih Pengurusan Jenazah Yang Ideal!

Kematian meskipun memang tidak pernah diketahui siapapun waktu kedatangannya kecuali oleh Allah SWT, tetapi kedatangannya sudah sangat diketahui kepastiannya. Manusia hidup pasti akan mengalami kematian. Ketika tiba gilirannya nanti, mau tidak mau manusia harus mengakhiri kehidupannya di dunia ini. Semua yang dimilikinya akan ditinggalkan dan berpindah secara otomatis hak kepemilikannya kepada ahli warisnya. Semua sanak saudara dan keluarga akan berpisah dan hanya yang mengalami kematian itulah yang akan tinggal “menyendiri” di alam kubur sana. Disinilah letak pentingnya memahami fiqih pengurusan jenazah.

Kematian tidak lebih dari sebuah jembatan. Kematian adalah jembatan yang menghubungkan dua kehidupan; kehidupan dunia yang pendek dan terbatas menuju kehidupan akhirat yang kekal abadi tanpa batas. Dengan kematian itulah semua aktivitas manusia yang sedang dinilai oleh Allah SWT telah berakhir. Siapa yang bekerja sebelum kematian menjemputnya dengan sepenuh keras tenaganya, cerdas otaknya, dan ikhlas hatinya maka ia akan mendapati setelah kematiannya kehidupan baru yang indah luar biasa.

Namun siapa yang tidak melakukan itu semua, tidaklah bisa berharap hal yang indah akan menghampirinya. Yang ada justru sebaliknya; siksa yang pedih dan kehidupan yang perih merintih. Untuk itulah manusia harus sering untuk diingatkan akan kematian. Rasulullah SAW kerapkali memerintahkan kita sebagai manusia ini untuk selalu memperbanyak dalam mengingat-ingat pemutus kenikmatan tersebut.

Gambar kuburan sebagai tempat peristirahatan terakhir kita.
Ilustrasi kuburan: sumber: news.unair.ac.id

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Abu Nuaim Al Ashfihani dan yang selain mereka, Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah oleh kalian dari mengingat-ingat pemutus kenikmatan (kematian)”.
Dan salah satu bentuk implementasi yang cukup baik dari perintah nabawi diatas adalah penyelenggaraan daurah, penyuluhan, pelatihan, training, dan mungkin juga kajian rutin seputar fiqih jenazah. Di dalam pelaksanaan acara tersebut, semoga saja banyak hal yang bisa dipetik sebagai pengingat kematian.

Selain untuk memetakan mana yang merupakan prinsip-prinsip syarat dan rukun serta mana yang merupakan kesunnahan, salah satu yang harus dibahas dan alhamdulillah berhasil diulas oleh buku kecil ini adalah memetakan mana yang merupakan syariat dan mana yang hanya sebatas tradisi atau adat. Misalnya ada tradisi brobosan, tebar beras kuning dan uang recehan pada saat pemberangkatan jenazah ke pemakaman, payung untuk keranda, pemasangan bunga pada keranda, hingga mengenakan kostum khusus berwarna hitam saat menghadiri pemakaman.

Salah Memahami Fiqh Pengurusan Jenazah

Ada juga pemetaan lain yang juga sangat penting diketahui oleh para pembaca. Yaitu beberapa hal yang dianggap dilarang padahal diperbolehkan. Atau sebaliknya, beberapa hal yang sebenarnya dilarang tapi dianggap boleh atau malah sunnah dan wajib. Atau hal yang bukan syarat tapi dianggap syarat. Beberapa hal tersebut di antaranya ; mencium jenazah setelah dimandikan, menangisi hingga air matanya menetesi jenazah, wanita haidh memandikan jenazah, mandi setelah memandikan, mencabut gigi emas dari jenazah, posisi kepala jenazah di sebelah kanan Imam, dan lain sebagainya.

Yang juga tidak kalah pentingnya dari itu semua adalah bahwa seringkali terjadi kebingungan di tengah masyarakat tentang beberapa praktik dalam pengurusan jenazah yang dianggap kontoversial. Ada beberapa pihak yang menganggap terlarang praktik-praktik seperti talqin, membacakan AlQur’an, membaca tahlil saat menuju ke pemakaman, dan beberapa hal lain terkait memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan. Namun di lain pihak malah sangat menganjurkan bahkan mentradisikan praktik-praktik tersebut.

Dalam pengurusan jenazah ternyata masih banyak praktek yang belum tepat di tengah masyarakat.
Ilustrasi salah kaprah, sumber: kaskus.co.id

Maka perlu dijelaskan dengan ilmiah dan sesuai dengan kaidahkaidah syar’iyyah tentang status sebenarnya perihal praktik-praktik tersebut. Agar di kemudian hari tidak ada lagi kebingungan tersebut apalagi sampai terjadi gesekan antara dua pihak yang kadang saling merasa benar sendiri. Sebab harus diakui ada sebagian pihak yang mengklaim bahwa tata cara pengurusan jenazah yang berlaku di masyarakat adalah tata cara yang terlarang karena tidak berdasarkan landasanlandasan Syariah.

Urgensi Fiqih Pengurusan Jenazah

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah dia yang mempersiapkan dirinya dengan mengerjakan amal-amal untuk kehidupan sesudah kematian”. Dari Hadits ini, kita diajari tentang siapa sebenarnya sosok yang disebut cerdas itu. Ternyata dalam pandangan hadits ini, cerdas bukanlah ber-IQ tinggi, penuh prestasi akademis, mampu menghafal beragam mata kuliah dan mata pelajaran dan lainlain. Tapi sosok yang cerdas adalah dia yang selalu
menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya dalam rangka persiapan menyongsong kematian.

Pengurusan Jenazah Adalah Fardhu Kifayah

Urgensi pertama adalah tentang hukum pengurusan jenazah itu sendiri yang disepakati sebagai sebuah kewajiban. Meski sifat wajibnya “sekedar” kifayah yang bisa gugur dengan adanya beberapa orang yang sudah melakukannya, namun dalam kondisi tertentu, bisa saja tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya karena tidak mengetahui akan ilmunya.

Maka alangkah bijaknya jika kita yang kemudian mengambil andil dalam kewajiban kifayah itu. Bukankah ini juga bagian dari pengumpulan bekal untuk perjalanan panjang setelah kematian itu ? Apalagi jika kita adalah keluarga terdekat mayit. Tentu kita lah yang lebih berhak dibanding dengan yang lain. Apalagi jika almarhum malah sempat berwasiat bahwa kita yang diminta mengurus jenazahnya.

Pengurusan jenazah merupakah salah satu kewajiban di antara kewajiban-kewajiban yang masuk kategori fardu kifayah.
Ilustrasi pengurusan jenazah, sumber: daaruttauhiid.org

Apalagi hari ini semakin banyak orang yang memasrahkan urusan pengurusan jenazah kepada orang yang disebut sebagai petugas khusus jenazah. Dimana uniknya, petugas khusus tersebut dikenal di sebagian tempat dengan istilah amil. Tentu penyebutan ini harus diluruskan.

Akan tetapi sayangnya masyarakat kita masih sangat mengandalkan keberadaan ‘petugas’ khusus yang sebenarnya bersifat sukarela ini. Jumlah sukarelawan yang sangat terbatas di wilayah atau komplek tertentu ini, terpaksa harus melayani sejumlah jenazah di wilayahnya masing-masing.

Membedakan Antara Syariat dan Tradisi

Hal penting yang perlu diketahui dalam Fiqih Jenazah adalah adanya pemetaan dan pemisahan antara praktik-praktik dalam pengurusan jenazah yang berasal dari syariat dan yang merupakan tardisi atau adat. Pemetaan ini menjadi penting agar kaum muslimin menjadi tahu mana yang benar-benar harus dilakukan dan mana yang boleh atau bahkan sebaiknya ditinggalkan. Sebab bisa jadi hal-hal yang sifatnya tradisi ini malah dijadikan sebagai prioritas utama untuk dilakukan, tetapi yang berasal dari syariat malah tidak diutamakan.

Tradisi Tebar Sawur

Sebagai contoh ada pihak keluarga almarhum yang sangat disibukkan untuk mencari bunga-bunga, menguningkan beras, dan mencari recehan dalam rangka tebar sawur yaitu menebarkan recehan dan beras kuning tadi saat mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Tradisi menebar uang oleh orang tertentu sebagai bentuk rasa syukurnya.
Koin tebar sawur, sumber: kompasiona.com

Dan tentu saja yang dicari-cari tersebut sebenarnya bukanlah hal yang terlalu penting. Itu hanya sebuah tradisi. Bahkan bisa merupakan perkara yang sia-sia belaka. Sayangnya mereka lupa tentang betapa pentingnya pahala, ampunan, dan bekal-bekal lain yang sangat dibutuhkan almarhum dalam perjalanan ke akhiratnya.

Tradisi Uborampe

Uborampe ini merupakan seperangkat sarana yang memang dibutuhkan dalam prosesi pengurusan jenazah. Tidak sepenuhnya merupakan tradisi. Sebagian uborampe ada yang memang merupakan ajaran para ulama. Seperti kain kafan, parfum, kapas, dan lain-lain, ini semua memang kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi. Tapi ada uborampe yang sama sekali itu merupakan kearifan lokal. Ada yang tidak bertentangan dengan syariat. Namun ada juga yang melanggar aturan-aturan syariat.

Tebar sawur, rangkaian bunga sebanyak lima jenis, sebutir kelapa hijau muda yang nanti sedikit dilubangi dan diletakkan diatas makam, ini semua beberapa contoh uborampe yang kalau sampai diyakini sebagai ritual khusus pengurusan jenazah, maka menjadi terlarang. Kalaupun tidak ada keyakinan apa-apa, maka sebuah
kesia-sian yang juga dilarang.

Rangkaian Bunga dan Payung Keranda

Sebenarnya ini juga masih dalam rangkaian uborampe. Hanya saja keberadaannya cukup mencolok dan masih diakukan oleh banyak masyarakat. Rangkaian bunga yang awalnya konon harus terdiri dari lima jenis ini sudah mulai hilang keharusan lima jenisnya. Akan tetapi keberadaan rangkaiannya masih ada sampai kini di sebagian tempat. Rangkaian ini dipasang di bagian depan keranda. Di atas keranda pas di kepala jenazah ini pula yang nanti akan dipayungi hingga sampai ke pemakaman.

Untuk penutup keranda ada yang menggunakan payung hujan biasa, tapi ada juga yang dibuatkan payung khusus untuk keranda.
Payung keranda, sumber: radarbangka.co.id

Baca juga: Ritual kematian ragam budaya tanah jawa

Ada yang menggunakan payung hujan biasa, tapi ada juga yang dibuatkan payung khusus untuk keranda. Baik rangkaian bunga maupun payung ini jelas tidak ada perintahnya di dalam syariat. Lalu apakah menjadi satu hal yang dilarang ? Tidak ada pembahasan secara khusus dalam kitab-kitab fiqih tentang rangkaian bunga ini. Tapi jika dilakukan dengan keyakinan tertentu, maka meninggalkan hal tersebut tentu jauh lebih hati-hati.

Prosesi Fiqih Pengurusan Jenazah Minimalis

Kabar baiknya tentang kajian seputar fiqih jenazah ini adalah bahwa sebenarnya kalau kita mau sedikit saja meluangkan waktu untuk mempelajarinya, maka praktik pengurusan jenazah itu tidaklah sesulit seperti apa yang ada dalam benak sementara orang.

Asal prinsip-prinsip pengurusan jenazah yang disebut sebagai rukun-rukun dan syarat-syarat itu sudah terpenuhi, maka praktik pengurusan jenazah sudah bisa dikatakan sah. Dan bisa disimpulkan bahwa pengetahuan tentang itu semua mudah dikuasai asal kita benar-benar serius meluangkan waktu untuk menyimak penjelasan para ulama dalam kitab-kitab mereka.

Dan hanya memenuhi prinsip syarat dan rukunnya itulah yang penulis maksud sebagai prosesi minimalis. Akan semakin mudah jika prinsip minimalis yang dijelaskan para ulama itu sudah dikemas sedemikian rupa dalam bentuk penyuluhan atau daurah singkat. Masalahnya hanyalah pada jam terbang.

Seorang yang hafal di luar kepala tentang teori pengurusan jenazah belum tentu bisa tampil dengan terampil saat terjun langsung mengurus jenazah. Namun jika pengurusan jenazah itu memang adalah kegiatan rutinnya, maka pekerjaan tersebut bisa diselesaikan tanpa harus memakan banyak waktu.

Sebagai Penghormatan Pada Mayit

Walaupun prinsip yang kami sebut sebagai minimalis itu memang ternyata simple dan mudah, bukan berarti kita bisa dengan seenaknya mengurus jenazah. Ada satu hal yang sangat wajib diperhatikan dan tidak boleh sama sekali diabaikan dalam pengurusan jenazah yaitu menjaga kehormatan almarhum.

Dan demi terjaganya kehormatan almarhum itulah beberapa aturan penting ada dalam fiqih jenazah. Wajib bagi kita yang mengurusi jenazah untuk memperhatikan ini. Apalagi mereka yang rutinitasnya atau bahkan profesinya sebagai pengurus jenazah seperti di beberapa rumah sakit.

Aturan-aturan terkait itu antara lain tentang haramnya menceritakan aib yang tersembunyi, haramnya menyentuh aurat langsung dengan tangan, haramnya melihat aurat. Bahkan yang bukan auratpun -kalau bisa- sebaiknya tidak dilihat. Walaupun boleh. Dan beragam aturan lain yang melindungi kehormatan almarhum. Maka dalam proses pengurusan jenazah dari memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan, aturanaturan semacam ini wajib ditaati.

Allah memuliakan manusia bukan saja yang hidup. Yang sudah meninggal pun tetap menjadi objek yang wajib dimuliakan. Karenanya sebagian ulama ada yang mengatakan sunnah untuk berdiri jika ada jenazah yang lewat. Dan nabi pernah melakukannya untuk jenazah yang ternyata seorang yahudi. Maka apalagi jika jenazah tersebut adalah
seorang muslim.

Demikian artikel yang bisa kami rangkum untuk pembaca sekalian, semoga tulisan mengenai fiqih pengurusan jenazah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah wawasan kita tentang pengurusan jenazah yang tepat dan benar.

Ritual Kematian Ragam Budaya Tanah Jawa

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macama suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah di Indonesia memiliki keanekaragaman kebudayaan yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing pada setiap daerah. Keanekaragaman kebudayaan tersebut terwujud dalam bentuk tingkah laku, bahasa, upacara, kesenian, dan adat istiadat. Di Pulau Jawa sendiri juga memiliki berbagai macam bentuk tradisi atau ritual kematian. Pada umumnya tradisi atau ritual tersebut dilaksanakan untuk menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.

Khusus mengenai ritual kematian, setiap budaya dan agama memberikan pandangan yang berbeda mengenai kematian tersebut. Kematian merupakan suatu hal yang sakral sehingga sangat dianjurkan bagi masyarakat Indonesia untuk menghormati orang yang telah meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan. Oleh karena itu, ritual kematian merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh berbagai adat masyarakat di Indonesia. Hal tersebut menandakan penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia dan mendoakan agar almarhum atau almarhumah diterima disisi tuhan yang maha kuasa.

Mengenal Budaya Pemakaman Jawa

Dalam rangkaian ritual upacara kematian adat Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat beberapa rangkaian yang dimulai dari proses perawtan jenazah, prosesi sebelum pemberangkatan jenazah menuju pemakaman, prosesi pemakaman jenazah hingga posesi setelah pemakaman jenazah yang tidak boleh terlewatkan satu pun. Salah satu hal yang sanngat penting adalah ritual brobosan.

Menurut keyakianan masyarakat Jawa, dengan diadakannya brobosan maka orang yang masih hidup akan mudah melupakan orang yang telah meninggal dunia tersebut. Brobosan juga merupakan salah satu simbol penghormatan dari sanak keluarga terhadap salah satu anggota keluarga yang telah meninggal dan sebagai salam perpisahan terakhir kepada jenazah sebelum dikuburkan.

kuburan adalah tempat kembali atau peristirahatan terakhir bagi manusia.
Ilustrasi kuburan, sumber: tirto.id

Budaya Ritual Brobosan

Ritual brobosan merupakan salah satu rangkaian upacara adat kematian masyarakat Jawa yang dilakukan di halaman rumah orang yang telah meninggal sebelum jenazah tersebut diberangkatkan menuju pemakaman. Brobosan diambil dari kata mbrobos yang artinya berjalan dibawah keranda jenazah yang diangkat tingi.

Ritual brobosan ini dilakukan berdasarkan pepatah mikul dhuwur mendem jero yang artinya menjunjung tinggi kehormatan para ahli waris terhadap almarhum ataupun almarhumah. Bagi masyarakat jawa, kematian merupakan pintu gerbang menuju alam yang lebih baik sehingga harus dilepas dengan cara yang baik. Oleh karena itu, dilakukanlah ritual brobosan dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia.

Rahasia Dibalik Brobosan

Tujuan utama ritual brobosan ini adalah sebagai penghormatan terakhir dari sanak keluarga kepada orang tua atau leluhur yang telah meninggal. Biasanya, brobosan dipimpin oleh salah satu anggota keluarga yang paling tua. Apabila yang meninggal tersebut sudah berusia lanjut maka harapannya agar anak cucunya dapat mewarisi umur panjang si jenazah. Jika orang yang meninggal memiliki ilmu yang tinggi maka dipercaya juga akan diturunkan kepada orang yang melakukan ritual brobosan tersebut.

Ritual brobosan hanya dilakukan bagi jenazah yang sudah menikah, sedangkan jika yang wafat belum menikah atau masih anak-anak maka ritual brobosan ini tidak dilakukan karena dipercaya bahwa orang yang melakuka brobosan akan tertular nasibnya dengan orang yang meninggal. Dan jika jenazah tersebut adalah perempuan maka yang akan berjalan di bawah kerandanya hanyalah orang terdekat dengannya.

Tradisi brobosan asal jawa timur.
Ilustrasi brobosan, sumber: bombastis.com

Prosesi Ritual Brobosan

Pada pelaksanaannya, ritual brobosan dilakukan ketika jenazah tersebut sudah selesai dimandikan, dikafani, dan disalatkan. Bisanya, ritual brobosan ini dilakukan menjelang jenazah diberangkatkan menuju pemakaman. Sebelum dilakukan ritual brobosan, biasanya terdapat modin atau kayim yang mewakili pihak keluarga yang berduka untuk berpidato singkat isinya adalah permintaan dan permohonan maaf apabila almarhum atau almarhumah pernah membuat kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja kepada pihak keluarga, kerabat, maupun masyarakat untuk dimaafkan.

Baca juga: Sejarah keranda mayat! Kamu harus tahu!

Modin atau kayim juga menanyakan terkait hutang piutang milik almarhum atau almarhumah kepada seluruh orang yang ada disekitar dan menyatakan bahwa jenazah tidak akan dikuburkan sebelum masalah tersebut selesai. Nantinya, jenazah baru akan dikuburkan apabila sudah benar-benar tidak memiliki hutang dan telah dimaafkan semua kesalahannya semasa hidup. Hal ini dimaksudkan agar kelak sesuatu yang tampak sepele tersebut dapat menjadi siksa kubur yang pedih dan penuh derita bagi jenazah. Setelah sambutan dari modim selesai, pihak keluarga akan mulai melakukan ritual brobosan yang dimaksudkan agar pihak keluarga yang ditinggalkan tidak selalu ingat kepada almarhum atau almarhumah dan mengikhlaskan kepergian almarhum atau almarhumah untuk dimakamkan.


Pelaksanaan Brobosan

Hal pertama yang dilakukan dalam ritual brobosan adalah keranda atau peti mati dibawa keluar menuju halaman rumah dan dijunjung tinggi oleh empat orang ke atas. Selanjutnya, para ahli waris yang ditinggalkan mulai anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki, dan cucu perempuan berjalan melewati bawah keranda dengan cara
merundukan kepala kemudian mbrobos sebanyak 3 atau 7 kali searah dengan jarum jam. Dimulai dari sebelah kanan jenazah, lalu berbelok ke kiri menuju kepala dan terakhir masuk lagi dari sebelah kanan jenazah. Proses tersebut dilakukan berulang hingga tiga atau tujuh kali.

Setelah semua keluarga selesai melakukan brobosan, kemudia jenazah akan diberangkatkan menuju pemakaman. Sebelum pemberangkatan menuju makam, di baris paling depan terdapat perwakilan pihak keluarga yang berduka membawa sapu lidi dan lampu pelita yang dimaksudkan untuk menyapu halaman atau jalan sebayak 7 langkah dari awal tempat pemberangkatan jenazah. Hal tersebut dilakukan sebagai simbol harapan agar almarhum atau almarhumah mendapatkan jalan yang bersih dan terang atau jalan yang benar menuju alam akhirat.

Hal pertama yang dilakukan dalam ritual brobosan adalah keranda atau peti mati dibawa keluar menuju halaman rumah.
Ilustrasi prosesi brobosan, sumber: jatim.telusur.co.id

Material Pendukung

Keranda atau peti mati untuk menggotong jenazah, bunga dan rangkaian bunga yang umumnya terdiri dari lima jenis bunga atau seadanya. Bunga tersebut dirangkai dengan panjang 1,5 m dan diletakkan di atas keranda atau peti mati secara berurutan mulai dari yang pertama kali selesai dirangkai diletakkan pada bagian kepala dan seterusnya. rangkaian bunga yang sama juga nantinya akan diletakkan di atas makam setelah upacara penguburan selesai.

Sapu lidi yang digunakan untuk menyapu jalan di depan keranda atau peti mati yang telah diangkat dan siap di bawa untuk dimakamkan, sawur yang berisi campuran beras kuning dan beras putih, bunga, serta uang. Bisanya, sawur diletakkan di dalam sebuah wadah, lampu pelita sebagai simbol cahaya penerang bagi jenazah menuju alam akhirat. Payung yang digunakan untuk menaungi bagian keranda dimana bagian kepala jenazah berada.

Demikian tulisan mengenai ritual kematian ragam budaya tanah jawa yang bisa kami rangkumkan untukpembaca sekalian, semoga tulisan kali ini bermanfaat dalam menambah wawasan kita semua!

Sejarah Keranda Mayat! Kamu Harus Tahu!

Banyak diantara kita semua tidak mengetahui kisah atau sejarah keranda mayat di muka bumi ini. Keranda adalah “Kereta Jawa” atau alat transportasi yang digunakan untuk membawa jenazah dari rumah menuju makam. Kenapa bisa dikatakan Kereta Jawa ? Karena sebuah benda yang dibawa oleh minumal empat orang.

Di depan dua orang samping kanan dan kiri, di belakang juga dua orang, samping kanan dan kiri. Tapi kenyataannya, sebuah keranda biasanya dibawa oleh lebih dari empat orang. Karena adat atau budaya kita, mengangkat keranda adalah bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah yang akan dikuburkan.

Pada jaman dahulu sebelum adanya mobil jenazah, alat transportasi yang digunakan untuk membawa jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir adalah keranda. Sebenarnya bagaimana asal usul adanya keranda di muka bumi ini dan sampai sekarang masih tetap dilestarikan.

Agama Islam memang agama yang luar biasa, agama yang bisa meyelamatkan harkat dan martabat umatnya. Tidak hanya masalah pakaian saja, alat transportasi atau keranda jenazah saja sampai diperhatikan. Ini semua bermula dari kisah putri tercinta Rasulullah Saw yang melihat ada jenazah lewat dihadapannya.

Transportasi dalam mengantarkan mayat pada tempat peristirahatan terakhir idealnya di kondisikan agar layak
Ilustrasi transportasi mayat, sumber: merdeka.com

Sejarah Keranda Mayat

Pada suatu hari Sayyidah Fatimah Azzahra putri tercinta Rasulullah Saw sedang berada di depan rumah beliau, disaat itu beliau ditemani oleh Sayyidah Asma Binti Khumaisy. Ketika sedang asyik duduk, tiba – tiba lewat lah segerombolan lelaki yang sedang membawa jenazah seorang wanita menuju kuburan untuk dimakamkan.

Melihat hal tersebut, lalu tiba – tiba Sayyidah Fatimah pun menangis seketika. mengetahui hal itu kemudian Sayyidah Asma mendekati Sayyidah Fatimah seraya bertanya : “wahai putri rasulullah, mengapa engkau menangis melihat orang orang membawa jenazah itu??”,

Lalu Sayyidah Fatimah menjawab “setiap orang yang mati akan dibungkus dengan kain kafan dengan rapat, lalu kemudian ia akan dibawa menuju tempat pemakaman dengan dipanggul pada pundak orang – orang yang membawanya?”,

Lalu Sayyidah asma menjawab “tentu wahai putri Rasulullah”. Lalu Sayyidah Fatimah melanjutkan lagi “dan begitupun aku, kelak ketika aku telah mati nanti, pasti aku juga akan dipanggul diatas pundak – pundak orang yang membawaku ke kuburuan?”.

Lalu Sayyidah Asmah menjawab “benar sekali ya Putri Rasulullah”. Kemudian Sayyidah Fatimah pun menangis lagi seraya berkata “itulah yang membuat aku menangis, sungguh aku sangat malu jika nanti aku telah meninggal.

Kemudian aku dibungkus dengan kain kafan yang sangat rapat, dan lalu kemudian aku pun dipanggul diatas pundak orang orang untuk dibawakan ke kuburan. Sementara orang yang mengiringi jenazahku melihatku, itulah yang membuat aku merasa sangat malu, karena mereka akan melihat lekuk – lekuk tubuhku”.

Dalamhadits juga di jelaskan terkait prosesi pengurusan mayat
Ilustrasi hadits, sumber: republika.co.id

Mendengar ungkapan dari Sayyidah Fatimah, lalu Sayyidah Asma pun berkata “wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negri Habasyiah, aku melihat jenazah yang dibawa ke kubur diletakkan di sebuah tempat yang disebut keranda, aku rasa itu dapat menutupi pandangan orang – orang terhadap lekuk bekuk tubuh jenazah yang sedang dibawa”.

Mendengar cerita Dari Sayyidah Asma, lalu Sayyidah Fatimah pun tersenyum dan wajahnya pun terlihat berseri. lalu dia berkata “aku wasiatkan kepadamu ya Sayyidah Asma, jika nanti aku mati maka suruhlah orang – orang meletakkan kan jenazahku itu di atas keranda agar mereka tidak bisa melihat lekuk bekuk tubuhku”.

Semenjak itu, akhirnya umat Islam diseluruh dunia pun menirukan hal yang sama pada jenazah Sayyidah Fatimah dengan meletak kan jenazah si mayit di atas keranda untuk dibawa kepemakaman.

Baca juga: Pendapat islam seputas batu nisan yang perlu diketahui

Yang perlu dicermati disini ialah bagaimana mulianya sifat Sayyidah Fatimah. walaupun dia telah menjadi mayat, akan tetapi dia masih merasa malu akan lekuk bekuk tubuhnya yang dilihat oleh orang lain.

Lalu jika kita bandingkan dengan para wanita dizaman sekarang, apakah masih ada diantara mereka yang memiliki rasa malu walaupun hanya secuil saja seperti Sayyidah Fatimah??

Semoga saja cerita singkat yang penuh hikmah ini dapat menjadi sebuah pelajaran dan sekaligus peringatan bagi para wanita yang suka memamerkan auratnya.Jangan sampai kita sebagai manusia memamerkan aurat kita kepada khalayak ramai.

Tulisan mengenai sejarah keranda mayat ini diharapkan bisa menjadi bahan edukasi bagi kita semua
Ilustrasi edukasi,sumber: tarrantcountyaggies.org

Karena pada jaman sekarang dengan adanya sosial media, banyak sekali pengguna tidak bisa menggunakannya dengan baik. Sering kita melihat adanya foto atau vidio yang kurang pantas yang terpampang di sosial media. Padahal menurut agama Islam apabila ada foto atau vidio yang kurang pantas terpampang.

Maka dosanya akan mengalir kepada yang punya foto atau pemeran di dalam vidio yang kurang pantas tersebut. Untuk itu, marilah kita sebagai insan manusia yang masih hidup di dunia, minimal keluarga kita yang kita selamatkan. Dengan cara mengingatkannya agar jangan menggunakan pakaian yang kurang pantas.

Karena putri Baginda Rasulullah Muhammad Saw saja malu apabila lekuk tubuhnya sampai dilihat orang lain. Walau sudah meninggal dunia, untuk itu kita sebagai manusia yang kelak akan menerima raport amal ibadah kita di akhirat. Persiapkan dengan sebaik – baiknya agar raport yang kita terima adalah raport yang baik.

Itulah artikel singakt yang bisa kami rangkumkan untuk pembaca sekalian semoga tulisan mengenai sejarah keranda mayat ini bisa menambah wawasan Anda terkait hal tersebut. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi!

Budaya Upacara Kebumi Tradisi Lokal Indonesia

Pada umumnya upacara kebumi dilakukan dengan cara dikubur, namun ternyata ada sejumlah daerah-daerah di Indonesia yang memiliki sejumlah tradisi yang berbeda dari upacara kematian umumnya. Yang masing-masing merupakan warisan nenek moyang mereka dan sudah menjadi budaya yang di jaga dan si lestarikan keberadaannya.

Sebenarnya tradisi-tradisi tersebut adalah peninggalan kebudayaan sebelum datangnya agama Islam dan kristen ke Indonesia. Sehingga dengan memahami apa saja yang menjadi tradisi dan kultur upacara kebumi Kita bisa tahu kearifan budaya lokal kita, di samping dengan itu pula kita bisa menfilter mana budaya yang masuk kategori sesat dan mana yang masih bersandar pada agama islam. Berikut beberapa nominasi tradisi unik upacara kematian di Indonesia.

Tradisi Upacara Kebumi Budaya Tanah Air

Berikut beberpa jenis tradisi pemakanan yang sejak lama menjadi kebiasaan berbagai daerah yang ada di indonesia, dari sabang sampai merauke.

1. Rambu Solo’ – Toraja Selatan

Upacara kematian Rambu Solo’ diselenggarakan secara besar-besaran. Persiapan upacara ini dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan. Sementara menunggu persiapan selesai, jasad yang akan dimakamkan di semayamkan terlebih dahulu dalam sebuah peti. Upacara kebumi disertai dengan upacara penyembelihan berbagai hewan ternak, terutama kerbau. Semakin tinggi status sosial maka semakin banyak kerbau yang akan disembelih. Jumlah kerbau tersebut dapat berkisar antara 24 – 100 ekor.

Rambu solo' merupakan budaya prosesi pemakaman pertama lokal indonesia.
Prosesi rambu solo’,sumber: koran.tempo.co

2. Brobosan – Jawa Timur

Brobosan dilakukan dengan cara berjalan mondar-mandir sebanyak 3 kali dimulai dari sisi sebelah kanan keranda menerobos bagian bawah keranda jenazah yang sedang diangkat tinggi-tinggi. Ritual ini dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman. Tujuan dilakukannya tradisi ini adalah untuk menghormati orang yang sudah meninggal serta mengambil tuah dari orang tersebut. Misalnya jika orang tersebut berumur panjang ataupun memiliki ilmu yang tinggi. Dipercaya bahwa semua tuah itu akan menurun pada anggota keluarga yang melakukan brobosan. Jika yang meninggal masih anak-anak maka tradisi ini tidak dilakukan.

3. Ngaben – Bali

Upacara ini berupa proses kremasi atau pembakaran jenazah. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mensucikan roh orang yang sudah meninggal. Jika pihak yang meninggal tersebut berasal dari kasta tinggi maka upacara ngaben akan segera dilaksanakan. Sebaliknya jika orang tersebut berasal dari kasta rendah maka jenazahnya biasanya dikuburkan terlebih dahulu untuk kemudian digali kembali ketika akan diselenggarakan ngaben.

Baca juga: Cara perawatan stainless steel pada keranda mayat

Upacara ini dapat memakan waktu hingga berhari-hari. Puncaknya adalah pembakaran jenazah beserta kerandanya yang berbentuk lembu atau vihara. Berhubung upacara ini dapat menelan biaya yang mahal maka bagi orang yang tidak memiliki cukup uang dapat menyelenggarakan upacara ini secara kolektif.

4. Saur Matua – Sumatera Utara

Upacara yang satu ini dilakukan khusus untuk seseorang yang meninggal pada saat semua anaknya sudah menikah dan memiliki anak. Dalam upacara ini ada pembagian khusus terhadap hewan yang disembelih kepada pihak-pihak tertentu.

Saur matua juga salah satu tradisi lokal tanah air
Ilustrasi proses saur matua, sumber: tobatabo.com

5. Trunyan – Bali

Orang-orang yang meninggal di desa ini tidak dikuburkan maupun dibakar. Jenazah akan diletakkan di bawah sebuah pohon yang disebut taru menyan. Jenazah hanya akan ditutupi dengan sungkup bambu. Di sekitarnya diletakkan beberapa perlengkapan mendiang. Dikabarkan bahwa meskipun demikian tempat ini tidak mengeluarkan bau busuk. Hal ini dipercaya disebabkan oleh pohon taru menyan yang menaungi tempat tersebut mampu melenyapkan bau-bau yang dihasilkan oleh mayat-mayat yang diletakkan di sana.

6. Mumifikasi – Asmat Papua

Tidak sembarang jenazah yang dimumifikasi oleh suku Asmat. Tradisi ini hanya dilakukan pada jenazah-jenazah kepala suku atau orang-orang tertentu yang memiliki posisi penting dalam suku tersebut. Kalau kita perhatikan dari ulasan-ulasan sebelumnya sepertinya posisi memeluk lutut itu memang posisi sakral dalam kepercayaan animisme – dinamisme yang mereka yakini.

7. Iki Palek – Dani Papua

Jika ada bagian anggota keluarga yang meninggal maka anggota keluarga yang masih hidup akan memotong ruas jari tangannya. Hal ini merupakan simbol kedukaan. Umumnya hal ini hanya dilakukan oleh wanita tertua di keluarga tersebut, namun ada juga kaum lelaki yang ikut melakukannya sebagai simbol kesetiaan. Proses pemotongan jaripun dilakukan dengan spontan menggunakan benda tajam ataupun menggunakan gigi alias digigit hingga putus.

8. Marapu – Sumba

Marapu adalah sebuah kepercayaan peninggalan zaman megalitikum. Upacara kematian dengan menggunakan tradisi ini masih sarat dengan kepercayaan akan kekuatan roh nenek moyang. Upacara kematian marapu dapat menelan biaya yang sangat mahal. Hal ini disebabkan karena ada sejumlah hewan ternak yang harus disembelih sepanjang prosesi ini.

Prosesi pemakaman marapu asal sumba nusa tenggara timur
Prosesi pemakaman marapu, sumber: tripsumba.com

Oleh karenanya upacara kematian ini dapat ditunda hingga bertahun-tahun seteah kematian seseorang. Penganut kepercayaan marapu juga memakamkan jenazah dalam posisi seperti janin dalam rahim. Kuburan yang digunakan juga unik yaitu berupa batu yang diberi lubang dan kemudian ditutup dengan batu lagi. Tradisi ini tentunya mengingatkan kita pada sarkofagus dari zaman batu ya sob.

9. Waruga- Minahasa

Zaman dulu orang-orang di Minahasa dikuburkan dalam sebuah kotak batu yang ditutup dengan sebuah penutup berbentuk limas segiempat. Jenazah diletakkan dalam kotak batu yang disebut waruga dalam posisi tumit menyentuh pantat dan muka mencium lutut. Tradisi ini kemudian dilarang sekitar tahun 1870’an oleh Belanda menyusul merebaknya wabah pes dan kolera.

10. Tiwah – Dayak Kalteng

Prosesi ini dilakukan oleh penganut agama kaharingan. Jasad yang sudah dikuburkan kemudian digali. Tahapan selanjutnya adalah pensucian tulang-belulang tersebut melalui suatu upacara khusus disertai dengan penombakan sejumlah hewan ternak. Tahapan akhir adalah meletakkan tulang-belulang tersebut ke dalam sebuah tempat khusus yang tidak menyentuh tanah.

11. Sirang Sirang – Sumatera Utara

Sirang-sirang merupakan upaca kremasi yang diduga merupakan pengaruh agama hindu. Abu jenazah yang sudah dibakar kemudian dilarungkan ke sungai. Tradisi ini hanya dilakukan zaman dulu. Tradisi ini berhenti dilaksanakan karena dianggap rumit dan mengerikan. Faktor lainnya adalah karena masuknya pengaruh agama Islam dan Kristen dalam marga ini.

Sirang sirang merupakan upacara kremasi yang terduga merupakan pengaruh dari agama hindu.
Prosesi kremasi sirang sirang, sumber: phdi.or.id

12. Kambira – Toraja

Prosesi ini berlaku bagi bayi-bayi asal Tana Toraja yang meninggal sebelum tumbuh gigi. Pohon yang dijadikan lokasi pemakaman adalah pohon Tarra yang memiliki banyak getah. Jenazah bayi akan dimasukkan dalam lubang yang dibuat pada pohon tersebut tanpa berbalut kain. Tujuannya adalah agar bayi tersebut dapat terlahir kembali lewat rahim yang sama.

13. Batu Meno – Tana Toraja

Para bangsawan Tana Toraja akan dikuburkan dalam bukit batu. Sebuah lubang berukur 3 x 5 pada bukit tersebut biasanya diisi oleh satu keluarga. Di masing-masing lubang biasanya ada sejumlah patung kayu yang disebut tao-tao.

14. Dayak Benuaq – Kalimantan

Masyarakat dayak Banuaq tidak menguburkan jenazah orang yang sudah meninggal di dalam tanah. Pada saat pertama kali meninggal, jenazah akan dimasukkan dalam kayu bulat dan digantung di sekiar rumah hingga menjadi tulang belulang. Setelah itu akan dilakukan upacara pemberkatan dan tulang-belulang tersebut akan dipindahkan ke dalam kotak kayu ulin yang permanen. Kotak kayu ini disangga oleh beberapa tiang.

Demikianlah artikel mengenai upacara kebumi budaya lokal yang bisa kami rangkum untuk pembaca sekalian, semoga informasi ini bisa membantu dan mengedukasi Kita semua mengenai budaya lokal tanah air tercinta.

Kelebihan Kain Beludru Hijau, Penutup Keranda Jenazah

Kain beludru hijau biasanya digunakan sebagai tambahan alat pengurusan jenazah untuk menutupi keranda mayat. Termasuk distributor keranda jenazah Jaya Madani, memilih kain beludru hijau sebagai penutup keranda jenazah yang cocok. Nah, bagaimana kualitas kain beludru untuk penutup keranda mayat ini?

Bagi Anda yang baru pertama kali melihat artikel di halaman distributor keranda mayat Jaya Madani, Anda bisa mengecek harga keranda mayat dan berbagai peralatan untuk mengurus jenazah lainnya. Salah satunya termasuk kain penutup keranda jenazah dari kain beludru hijau yang akan kita ulas kali ini. Berikut berbagai ulasan seputar kain penutup keranda jenazah.

Mengapa Harus Menggunakan Kain Penutup?

Jika kita melihat pedoman keranda jenazah dalam Islam, sebenarnya tidak ada himbauan khusus terkait kain beludru hijau untuk dijadikan penutup keranda. Namun terkadang kain penutup keranda jenazah memang diperlukan. Contohnya bagi para wanita, agar auratnya lebih terjaga meskipun dikala wafat.

Kain Beludru, sumber Liputan6
Kain Beludru, sumber Liputan6

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Sayyidah Fathimah putri Rasulullah SAW. Suatu ketika Beliau gusar akan keadannya apabila nanti ajal tiba dan bagaimana penduduk di sekitar akan mengurus jenazahnya. Maka, kegusaran ini pun disampaikan kepada orang terdekatnya.

Ketika Sayyidah Fathimah sedang sakit diambang wafat, maka Asma bintu Umais radhiyallahu anha datang menjenguknya. Maka Fathimah berkata kepada Sayyidah Asma: “Wahai Asma, aku begitu malu ketika harus keluar besok hari di hadapan para lelaki (ketika aku telah meninggal) dan tubuhku dibawa di atas peti mati”.

Sayyidah Fathimah radhiyallahu anha meyampaikan, “Sesungguhnya aku merasa malu dengan apa yang terjadi untuk para wanita ketika mereka dipakaikan sebuah kain kafan, maka kafan itu membentuk tubuhnya”.

Mendengar penyampaian dari Sayyidah Fathimah, Asma bintu Umais radhiyallahu anhu menjawab, “Wahai putri Rasulullah, maukah aku kabarkan kepadamu sebuah peti mati yang aku lihat di Habasyah?”

Maka Asma membuat peti mati yang tertutup dari semua sisinya seperti sebuah kardus. Ketika peti mati sudah jadi, Asma kemudian menutup peti mati itu kembali dengan sebuah kain yang luas maka tubuh mayyit yang dibawa di atasnya tidak akan mungkin terbentuk atau tersifati.

Melihat perbuatan Asma tersebut, Fathimah begitu bahagia. Seketika, Fathimah berkata kepada Asma, “Semoga Allah menutup auratmu sebagaimana engkau telah berusaha untuk menutup auratku.”

“Betapa indahnya buatanmu ini, sehingga wanita yang meninggal bisa dibedakan dengan lelaki yang meninggal. Jika aku mati, maka mandikanlah diriku bersama Ali” (HR. Abu Nu’aim Al-Asbahani pada Hilyah Al-Aulia 2/43)

Kain Beludru Hijau

Kain Penutup Keranda Jenazah, sumber Jaya Madani
Kain Penutup Keranda Jenazah, sumber Jaya Madani

Diantara banyak jenis kain, tim produksi berbagai alat untuk mengurus jenazah memilih kain beludru hijau sebagai penutup keranda jenazah. Bagaimana sebenarnya jenis kain ini dan apa kelebihannya dibandingkan kain lainnya?

Kain beludru adalah salah satu jenis kain yang tebal dan berat karena memiliki tekstur yang berbulu. Jika Anda mengenal produk leather, terdapat jenis kain suede yang disamakan dengan kain beludru karena sama-sama berbulu teksturnya. Namun aslinya keduanya berbeda.

Sesama kain yang bertekstur bulu, baik kain beludru dan kain suede memiliki kualitas yang tinggi serta harga yang mahal. Lantas, bagaimana karakteristik kain beludru dibedakan dengan jenis kain lainnya?

1. Tebal

Kain beludru memiliki ketebalan yang lebih dibandingkan dengan kain lainnya. Karena itu, untuk penutup keranda jenazah, kain ini dapat tetap pada posisinya saat dibawa karena tidak mudah tertiup angin atau gangguan kondisi lingkungan saat penggunaan keranda jenazah lainnya.

2. Berkualitas

Alasan menggunakan kain beludru, karena dibutuhkan kain penutup keranda yang berkualitas. Kualitas kain beludru ini juga dapat dimanfaatkan jika ingin membuat bordir tulisan kalimat syahadat yang biasanya terdapat pada kain penutup keranda jenazah.

3. Tahan Lama

Sebagai kain yang berkualitas tinggi dan umumnya dibuat dari bahan asal sutera, kain beludru hijau juga dikenal tahan lama. Peralatan pengurusan jenazah seperti kain penutup keranda memang diperlukan untuk waktu yang lama, bukan hanya sekali pakai saja. Sehingga dipilihlah kain beludru yang memiliki ketahanan yang lama karena bahan yang kuat.

keranda mayat surabaya
Kereta Jenazah Masjid AlIkhlas Sidoarjo, sumber : Distributor Keranda Mayat

4. Tidak Berjahit

Berbeda dengan jenis kain lainnya yang dijahit, kain beludru merupakan hasil tenunan. Meskipun tidak ada yang mengharuskan, namun sebagaimana pakaian ihram yang tidak boleh berjahit, dipilihlah kain beludru hijau untuk penutup keranda jenazah. Namun sebagai penutup keranda jenazah tidak harus dari kain yang tidak berjahit.

5. Persembahan yang Baik

Menggunakan bahan berkualitas dan bagus dilihat sebagai penutup keranda jenazah akan mengesankan persembahan terakhir bagi mayit. Siapa saja yang menghantarkan jenazah harus berupaya memberikan persembahan terakhir yang baik salah satunya dengan menggunakan kain beludru.

Dimana Mencari Kain Beludru?

Saat ini mudah sekali mencari kain beludru. Jika tidak bisa ke toko offline yang menjual kebutuhan perawatan jenazah, Anda bisa mencari secara online lewat website, marketplace atau sosial media. Kita sangat dimudahkan dengan adanya pemasaran lewat internet.

Cara Membersihkan Kain beludru

Bagaimana cara merawat kain beludru hijau yang berkualitas untuk keranda jenazah ini? Diperlukan trik khusus. Salah satunya saat membersihkan kain beludru saat bekas pakai atau apabila terkena kotoran.

Mudahnya, kain ini tidak bisa dicuci sebagaimana dengan kain jenis lainnya. Namun, karena ketebalannya, lebih diperlukan untuk menjaganya dan membersihkannya dari kotoran yang menempel. Jika sering dicuci, maka kualitasnya akan berubah dan cepat rusak terutama bulunya.

  1. Saat setelah dipakai, periksalah seluruh bagian untuk melihat apakan terdapat kotoran atau tidak
  2. Kemudian, bersihkan dengan vacum cleaner dan sikat yang tidak terlalu keras agar bulu tidak rontok.
  3. Semprotkan cairan yang dicampur sabun pembersih namun jangan sampai basah
  4. Bersihkan cairan sabun setelah digosok hingga tidak bersisa cairan sabunnya
  5. Jemurlah kain hingga kering dan sikat dengan lembut sehingga bulu-bulunya dapat renggang kembali

Itu dia berbagai informasi seputar kain beludru hijau untuk penutup keranda jenazah yang perlu diperhatikan. Jika Anda tertarik untuk membelinya sebagai penutup keranda jenazah, kunjungi halaman harga keranda jenazah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Keistimewaan Bulan Rajab dan Amalan yang Dianjurkan

Masjidil Aqsha tempat Isra' Rasul, sumber Liputan6

Umat muslim perlu mengetahui keistimewaan bulan rajab. Di dalam Islam, terdapat bulan-bulan khusus yang dijadikan istimewa oleh Allah SWT sehingga dapat menjadi kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri dan menambah banyak amalan dan ampunan. Salah satunya adalah bulan rajab.

Dengan semangat untuk terus meningkatkan amalan dan memperbaiki diri, tim redaksi distributor keranda mayat kali ini akan memberikan informasi seputar keistimewaan bulan rajab. Namun jangan lupa, untuk Anda atau komunitas di sekitar Anda yang membutuhkan seperangkat alat pengurusan jenazah, kunjungi website distributor keranda mayat dan lihat harga keranda jenazah serta produk lainya.

Bulan Rajab

Menurut penanggalan Hijriyah, bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dan biasanya merupakan momen untuk mempersiapkan bulan Ramadhan. Namun jangan lupa, terdapat keistimewaan bulan Rajab yang juga menuntun kita untuk melakukan berbagai amalan. Dengan amalan ini kita akan mendapatkan berbagai berkah karena keistimewaan bulan Rajab.

Kaligrafi Rajab, sumber Tribunnews
Kaligrafi Rajab, sumber Tribunnews

Dari seluruh bulan-bulan Hijriyah menurut penanggalan Islam, terdapat 4 bulan yang disebut sebagai bulan haram. Namun bukannya bulan ini haram sebagaimana makna haram untuk benda atau perbuatan, justru bulan haram adalah bulan yang istimewa untuk melaksanakan berbagai amalan. Bulan haram adalah bulan dimana lebih ditekankan untuk melakukan amalan baik dan haram untuk melakukan perbuatan yang dilarang.

Pada saat Rasulullah SAW menyelesikan pelaksanaan Haji Wada, Rasulullah SAW berwasiat. Dari berbagai wasiat yang Beliau SAW sampaikan diantaranya disampaikan seputar bulan haram. Inilah pedoman dimana disebutkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram diantar 12 bulan hijriyah menurut penanggalan Islam.

Di dalam Al Quran juga demikian. Allah SWT menyatakan bahwa banyaknya jumlah bulan menurut pergerakannya adalah 12 bulan. Sedangkan 4 bulan diantaranya merupakan bulan haram. Di dalam ayat yang merupakan surat At Taubah ini, bulan haram ini adalah bulan dimana Allah SWT melarang manusia untuk berperang.

Berikut terjemahan ayat 36 surat At Taubah, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (untuk perang). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Selain ayat Al Quran, Rasulullah SAW juga menyampaikan sebagai hadits seputar bulan Rajab sebagai berikut, “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim).

Peristiwa di Bulan Rajab

Masjidil Aqsha tempat Isra' Rasul, sumber Liputan6
Masjidil Aqsha tempat Isra’ Rasul, sumber Liputan6

Diantara keistimewaan bulan Rajab yang perlu diketahui adalah peristiwa penting yang terjadi. Salah satu peristiwa yang terjadi diantara banyak momen yang bisa dikenang oleh Umat Muslim adalah Isra’ dan Mi’raj. Bagaimana pentingnya peristiwa ini?

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah momen dimana Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) dalam waktu semalam. Kemudian Allah SWT me-Mi’raj kan Rasulullah SAW ke langit untuk menerima perintah amalan yang paling penting dalam Islam yaitu amalan Shalat 5 waktu.

Peristiwa ini dikatakan penting dan istimewa. Yang pertama karena terjadinya sebagai sebuah mu’jizat dari Allah SWT. Tentu saja sebagai mu’jizat, peristiwa ini diluar nalar. Sebagai muslim dan bahkan manusia secara keseluruhan, merupakan ujian yang berat untuk meyakininya. Namun keyakinan terhadap apa yang dibawa dan disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan pembeda antara keimanan dan kekufuran.

Amalan di Bulan Rajab

Disebut keisitimewaan bulan Rajab juga disertai adanya anjuran untuk melakukan amalan baik. Amalan ini juga mendapat ganjaran yang besar jika dilakukan karena keistimewaan bulan Rajab ini. Nah, apa saja anjuran beramal di bulan ini?

Sebagai bulan haram, makna yang dipahami dari pengertian bulan haram adalah ganjaran yang besar yang didapatkan dari amalan yang dilakukan. Yaitu, jika melakukan amalan sholeh mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda. Sebaliknya, jika melakukan ma’siyat maka akan mendapatkan ganjaran dosa yang lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

Ilustrasi Berpuasa, sumber Bincang Syariah
Ilustrasi Berpuasa, sumber Bincang Syariah

Salah satu amalan sholeh yang dianjurkan terutama saat menghadapi bulan Rajab adalah berpuasa. Hal ini sebagaimana yang terdapat di dalam hadits dari Said Ibnu Jubair, “Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (di bulan Rajab) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa,” (HR Muslim).

Karena itu, berpuasa adalah salah satu amalan yang dianjurkan sebagaimana yang disampaikan dalam hadits di atas. Namun apa hukumnya? Sesuai dengan pendapat Imam An-Nawawi, hukum puasa di bulan Rajab adalah sunnah.

Umat Muslim juga biasanya bersama-sama berusaha mengingatkan sesama jika telah masuk bulan Rajab dengan do’a. Berikut do’anya,

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

Artinya, Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta pertemukanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.

Nah, itu dia berbagai informasi seputar keistimewaan bulan Rajab dan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan saat menghadapi bulan ini. Tentu saja masih terdapat pedoman lainnya seputar keistimewaan bulan rajab ini dan amalannya di referensi-referensi lainnya. Semoga ringkasan informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda.

Hukum Wasiat Lisan Dalam Pandangan Islam yang Penting

Ilustrasi Surat Wasiat, sumber : Liputan 6

Di dalam kehidupan ini kita mengenal yang namanya wasiat. Biasanya, siapa saja yang akan meninggal atau merasa ajalnya sudah dekat, dia akan meninggalkan wasiat untuk dilaksanakan saat seseorang tersebut sudah wafat. Nah, bagaimana hukum wasiat lisan dalam Islam?

Bagi umat Muslim, Nabi Muhammad SAW sendiri berwasiat saat akan menjelang wafatnya. Begitu juga sahabat terdekat Beliau SAW. Wasiat Abu Bakar RA juga banyak diketahui oleh siapa saja yang mengetahui sejarah Islam. Hukum wasiat lisan dalam Islam sebenarnya juga sudah ada untuk dijadikan salah satu pedoman terhadap jenazah.

Wasiat Dalam Sejarah Manusiat

Jika mengacu kepada kata wasiat, kata ini memang berasal dari bahasa arab. Sehingga kita mengarah kepada pembahasan bagaimana hukum wasiat lisan dalam Islam. Namun bukan berarti permasalahan serupa tidak terdapat pada konteks kepercayaan, pemikiran dan hukum selain Islam.

Tulisan Pada Nisan, sumber Bincang Syariah
Meninggalnya Seseorang, sumber Bincang Syariah

Secara keseluruhan, hal serupa wasiat ini ternyata sudah ada bahkan sebelum Islam turun ke muka bumi untuk mengatur berbagai urusan manusia. Bahkan menurut sejarah peradaban manusia, wasiat baik lisan maupun tulisan dalam bentuk surat wasiat sudah ada pada abad ke-6 sebelum masehi. Usia yang jauh sekali sebelum adanya Islam.

Dilansir dari Republika.com, Negarawan Solon (638-558 SM) disebut-sebut sebagai tokoh Athena pertama yang memberikan kekuatan hukum terhadap wasiat, terutama yang berhubungan dengan status kepemilikan harta. Sebelum era Solon, kata Plutarch, masyarakat Athena tidak diizinkan membuat wasiat. Semua harta kekayaan orang yang meninggal otomatis menjadi milik keluarga yang ditinggalkan.

Namun, Solon kemudian mengubah aturan tersebut dan mengizinkan orang yang akan menghadapi kematian untuk membuat wasiat dan memberikan hartanya kepada siapa pun yang dia senangi. Kendati demikian, kata Plutarch lagi, Solon juga membuat beberapa aturan atau syarat terkait hukum wasiat. Di antaranya, yang berhak membuat wasiat adalah warga Athena yang merdeka, bukan budak ataupun orang asing. Syarat lainnya, pembuat wasiat minimal harus berumur 20 tahun.

Sejumlah filsuf Yunani diketahui pernah membuat wasiat sebelum kematian mereka. Di antaranya adalah Aristoteles (384-322 SM), Lyco Troas (299-225 SM), dan Theophrastus (371-287 SM). Hal ini terungkap dalam salah satu buku ensiklopedia sejarah peradaban manusia.

Selain era peradaban Yunani, terdapat juga jejak sejarah seputar wasiat yang ditemukan pada masa Romawi kuno dan masa peradaban Cina kuno. Salah satu pemimpin masyhur Romawi yang pernah membuat wasiat tertulis adalah Gaius Julius Caesar (100-44 SM). Sedangkan di Cina, sudah berlaku hukum seputar wasiat pada Dinasti Tang (618-907) dan Song (960-1279).

Bagaimana dengan hukum wasiat lisan dalam pandangan Islam? Sebelum itu kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan wasiat dalam praktik yang pernah dilakukan oleh umat Muslim. Tentu saja merujuk kepada apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para Shahabat Beliau yang diridhai oleh Allah SWT.

Prosesi Pemakaman Islam, sumber Tribunnews
Prosesi Pemakaman Islam, sumber Tribunnews

Menurut pandangan Islam, wasiat tidak sekadar menyangkut masalah harta benda. Dalam makna luas, wasiat juga berkaitan dengan pesan-pesan moral kepada umat manusia. Di dalam Alquran, Allah SWT sendiri telah mengingatkan agar orang-orang beriman senantiasa berwasiat dalam kebajikan dan kesabaran (QS al-Ashar [103]: 3).

Namun berkaitan dengan wasiat di akhir hayat, ada pedoman tersendiri dari ayat Al Quran surat Al Baqarah ayat 180. Arti dari ayat tersebut adalah, “Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.”

Hukum Wasiat dalam Islam

Hukum wasiat lisan dalam Islam sebenarnya sama dengan tulisan. Artinya bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan. Nah, Rasulullah SAW sendiri berwasiat sebelum akhir hayatnya, begitu pula Shabat Beliau SAW. Karena itu, pedoman seputar hukum wasiat ini dapat langsung ditemukan.

Misalnya Rasulullah SAW, Beliau mengetahui saat ajalnya akan segera tiba. Maka terjadilah sebuah momen fenomenal di mana Beliau SAW berkhutbah untuk yang terakhir kali sebelum ajal menjemput. Para Shahabat waktu itu memahami hal ini dan menangis karena mendengar wasiat dan mengetahui apa yang akan terjadi.

Begitu pula wasiat Abu Bakar RA menjelang wafatnya. Beliau juga memberikan wasiat berupa hal-hal yang perlu dilakukan orang-orang terdekatnya seputar hartanya serta wasiat berupa nasehat untuk menjalani kehidupan sebaik-baiknya. Sedangkan saat ini, mungkin wasiat lebih kepada urusan pengelolaan harta yang ditinggalkan seseorang setelah meninggal.

Syarat Berwasiat dalam Islam

Ilustrasi Surat Wasiat, sumber : Liputan 6
Ilustrasi Surat Wasiat, sumber : Liputan 6

Ada beberapa syarat sah dalam berwasiat. Pertama, orang yang diberi wasiat haruslah seorang Muslim dan berakal sehat. Syarat ini penting agar amanah dalam wasiat bisa terlaksana dengan baik. Kedua, orang yang berwasiat juga mesti berakal sehat dan memiliki harta yang akan diwasiatkan.

Selanjutnya, tidak boleh berwasiat dalam hal yang haram, misalnya, meminta agar sebagian hartanya diberikan kepada gereja atau dipergunakan untuk membiayai kegiatan maksiat. Keempat, orang yang diberi wasiat bersedia menerima wasiat. Jika dia menolak maka wasiat itu batal dan setelah penolakan orang tersebut tidak berhak atas apa yang diwasiatkan.

Dalam ketentuan hukum Islam, orang memiliki ahli waris dilarang mewasiatkan lebih dari sepertiga harta yang dimilikinya. Sementara, orang yang sama sekali tidak memiliki ahli waris diperbolehkan untuk berwasiat dengan seluruh hartanya.

Nah, itu dia berbagai informasi seputar wasiat dalam Islam serta bagaimana mempraktikkannya dari syarat sah berwasiat. Apakah Anda sudah memahami hukum seputar permasalahan ini? Semoga informasi ini bermanfaat dan simak berbagai ulasan menarik lainnya di distributor keranda mayat.

Pemandian Jenazah Ambulance

Pemandian Jenazah Ambulance

Pemandian Jenazah Ambulance – Memandikan Jenazah umumnya dilakukan di masjid, rumah sakit, dan rumah keluarga jenazah, hal ini dilakukan karena ketiga tempat diatas sangatlah memungkinkan untuk kelengkapan mandi dan sebagainya.

Tempat mandi jenazah ambulance ini kami design untuk bisa support dan masuk ke dalam mobil, agar dapat dibawa kemana-mana.

sehingga tempat yang tidak terdapat media mandi mayat bisa kita bantu dengan membawa tempat mandi ambulance ke daerah tersebut.

Dengan model kaki yang dapat dilipat akan sangat mengurangi dimensi sehingga bisa dimasukan kedalam mobil ambulance atau mobil lainnya.

bantal pemandian
Lengkap dengan 5 buah bantalan
Selang Pemandian Jenazah
selang sepiral pembuangan panjang 5 meter

Spesifikasi :

  • Dimensi : 205x60x70cm
  • Beban Maksimal 300kg
  • Menggunakan Kaki Lipat
  • Bantalan Pemandian 5pcs
  • Selang Spiral 5m
  • Kuncian
  • Kaki Lipat

Sekilas Artikel Tentang Pemandian Ambulance

Pemandian Ambulance adalah media untuk memandikan jenazah yang di khususkan untuk keadaan urgent, dan biasanya sering digunakan oleh anggota tim penanganan mayat, tim SAR, dan yang serupa saat setelah terjadi sebuah bencana / musibah yang menewaskan orang.

pemandian ini di buat dengan lebih menekankan fungsi / kegunaannya daripada designnya. dengan ukuran bak yang slim dan lebar 65-70cm akan menghemat mobil / tempat penyimpanan.

dengan 5 buah bantalan untuk senderan atau tempat menidurkan jenazah agar terlihat nyaman saat dimandikan.

dilengkapi dengan selang sepiral 2inch, dengan panjang 5 meter untuk mengarahkan / membuang kotoran.

dengan menggunakan bahan stainless produk ini tentunya akan lebih tahan karat lebih lama daripada produk besi pada umumnya.

produk @rajane_keranda sangatlah terpercaya dan telah diamanahi oleh banyak Rumah sakit, masjid, dan organisasi sukarelawan di seluruh Indonesia.

Kenapa harus alat mandi Rajane Keranda?

  • Produk Berkualitas
  • Sistem Jual Beli Syariah
  • Bergaransi
  • Free ongkir (daerah terdekat dari workshop)
  • Bisa kirim ke seluruh Indonesia
  • Pembelian 1000% AMAN..!!!
  • Pengirim cepat setelah order
  • Order tidak ribet, cukup pesan produk, send alamat lengkap, dan mengisi identitas, setelah deal pesanan akan langsung di proses.
  • Pembayaran setelah barang sampai tujuan  dan di cek oleh pembeli

Bak Mandi Jenazah Stainless Berkualitas

Bak Mandi Jenazah Stainless

Bak Mandi Jenazah Stainless adalah sebuah media untuk memudahkan kita saat akan memandikan Mayat, media yang akan membuat proses memandikan lebih efisien, mudah, dan hemat jangka panjang.

Spesifikasi :

Dimensi (pxLxt)200cm x 75cm x 70cm
BahanStainless Steel 201/304
Ketebalan1mm
Bantalan Mayat 5 pcs
Selang Sepiral pembuangan Panjang 5 meter
Kaki system knockdown (bisa copot pasang)2pcs (sepasang/set)
Roda Karet 4inch + Rem4pcs (sepasang/set)

Bak Mandi Jenazah Stainless

Bak pemandian jenazah dari @rajane_keranda sudah beberapa kali mendapatkan peningkatan versi / upgrade sehingga produk rajane lebih baik dari tahun ke tahunnya.

produk kami dibuat dengan setainless yang kokoh dan berkualitas sehingga pemandian ini akan awet dan anti karat puluhan tahun lamanya, selain itu pemandian ini memiliki Garansi yang sangat panjang.

Terjamin mutu dan Kualitasnya bukan?

Selain itu produk ini juga telah teruji dan bukan omongan belaka, jika anda kurang yakin, anda bisa cek sendiri dengan datang langsung ke workshop kami di Jl. WR. Supratman No.30B, RT.002/RW.006, Cimuning, Kec. Mustika Jaya, Kota Bks, Jawa Barat 17155 .

Pengiriman cepat untuk wilayah jabodetabek oleh driver yang baik, ramah, dan tidak sombong.

untuk anda yang berada diluar jabodetabek, luar jawa barat, atau luar provinsi jangan khawatir karena perusahaan kami telah bekerja sama dengan agen cargo pilihan sehingga ongkir/packing jadi lebih murah!

Bak Mandi Jenazah Stainless

pengiriman pemandian jenazah
Pengiriman keranda jenazah ke Malaysia

Ayo!

Tunggu apalagi.. pesan sekarang juga!

hubungi CS/Admin untuk pesan atau bertanya seputar bak mandi jenazah stainless klik tombol dibawah

*Note :
– Untuk Dimensi, ketebalan bahan, dan Model bisa diubah berdasarkan request
– Dilengkapi roda mudah di pindah-pindahkan

Bahan yang di gunakan untuk membuat pemandian jenazah ini sangat berkualitas dan kuat sesuai peruntukannya, baja anti karat yaitu Stainless Steel 201 Sebagai standar bahan yang kami gunakan dalam produksinya.

Pabrik keranda sudah mengirim keranda jenazah dan produk lainnya ke seluruh wilayah di Indonesia dan Malaysia. Pengiriman keranda keseluruh pelosok Indonesia oleh kurir terpercaya (Dakota Cargo, CSM, dll). Beberapa daerah favorite pengiriman keranda adalah :

  1. Jabodetabek, Jawa Barat, Banten*
  2. Jawa Tengah , Jawa Timur
  3. Sumatra, Kalimantan,
  4. Bali, NTB dan NTT
  5. Sulawesi, Papua.
  6. Malaysia, Singapore, Suriname dan Mesir

Alhamdulillah, Produk kami telah diamanahi dan dipercaya oleh banyak DKM mesjid dan Rumah Sakit di Indonesia dan Luar Negri.

Untuk Daerah diluar Jawa Barat, Kami percayakan pesanan anda kepada kurir terpercaya, tinggal pilih mau pakai Dakota cargo, CSM cargo, JNE atau kurir lainnya yg sudah berpengalaman?

Kunjungi workshop kami di :

Jalan WR. Supratman No. 30, Cimuning, Mustikajaya, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bks, Jawa Barat 17155

– Pengiriman Luar Jabodebek akan di kenakan ongkir sesuai ekspedisi dari (Dakota cargo/CMS Cargo)
– Pengiriman Jabodebek  akan langsung di antar ke alamat oleh kurir kami

Bak Mandi Jenazah Stainless

Fakta Menarik Seputar Mumi Mesir

Penemuan Mumi, sumber Republika

Mumi Mesir adalah salah satu yang menggambarkan pemakaman yang unik yang pernah ada di dunia. Tata cara pemakaman unik sebenarnya bukan hanya ada pada Mumi Mesir saja. Bahkan di Indonesia juga terdapat yang semacam ini.

Mungkin Anda pernah mendengar tradisi pemakaman suku Toraja atau Desa Trunyan di Bali yang merupakan pemakaman unik yang ada di Indonesia. Keduanya bisa Anda ketahui dengan berwisata ke lokasi tempat suku Toraja dan Desa Trunyan. Nah, lantas bagaimana dengan Mumi Mesir?

Apa Itu Mumi?

Baik Mumi Mesir atau Mumi lainnya, sebenarnya merupakan metode pemakaman yang sama-sama berprinsip mengawetkan jasad manusia setelah mati. Namun pengawetan ini menggunakan bahan yang berbeda-beda pada tiap tempat asalnya serta terdapat pula pengawetan yang alami oleh karena kondisi alam.

Lantas mengapa Mumi Mesir lebih terkenal dibandingkan yang lainnya? Peristiwa penemuan Mumi Mesir mungkin terbilang yang paling menghebohkan. Selain karena asal muasalnya yang ada sejak masa sebelum masehi, terdapat juga mitos yang menjadi hal menarik dalam Mumi Mesir ini.

Dilansir dari wikipedia, Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.

Mumi paling terkenal adalah mumi yang dibalsam dengan tujuan pengawetan tertentu, terutama dalam Mesir kuno. Orang Mesir percaya bahwa badan adalah tempat Ka seseorang yang sangat penting dalam masa setelah hidup. Di Tiongkok, telah ditemukan dari peti mati sipres yang tenggelam dengan menggunakan tanaman obat-obatan.

Mumi Mesir, sumber Okezone Tekno
Mumi Mesir, sumber Okezone Tekno

Mumi yang terbentuk karena kejadian alami, seperti di tempat super dingin (Ötzi), asam (manusia Tollund) atau kekeringan yang ditemukan di banyak tempat di dunia. Beberapa mumi yang terawet baik dalam kondisi alami bermulai sejak periode Inca di Peru.

Selain itu, terdapat pula apa yang disebut mumifikasi. Mumifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat. Mumifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat gelap, berkeriput dan tidak membusuk.

Beberapa mumi lainnya yang ditemukan berbeda selain Mesir, Peru dan Tiongkok ada beberapa diantaranya. Terdapat Tollund Man di Denmark, Itigilov yang merupakan mumi seorang Budha, Capuchin di Italia, Salt man di Iran, Qilakitsoq, Loulan dan sokushinbutsu di Jepang. Semuanya merupakan mumi karena jasad yang sudah meninggal masih dalam keadaan awet.

Fakta Unik Mumi Mesir

Mumi Mesir dikenal di seluruh dunia terutama karena terdapat film-film terkenal yang menceritakan adegan fiksi seputar mumi yang satu ini. Meskipun begitu, terdapat bagian-bagian yang berdasarkan fakta seputar mumi dari mesir yang sebenarnya. Nah, apa saja fakta uniknya? Simak informasi berikut ini.

1. Mitos Kutukan

Mungkin di masanya tidak ada yang aneh dengan mumi ini. Setiap yang meninggal maka dimakamkan menurut kepercayaan setempat yang menjadikannya seperti tata cara pemakaman mumi ini. Namun ada mitos seputar kutukan yang terkenal bahkan menghebohkan dunia.

Mumi Mesir, sumber Hi Tekno
Mumi Mesir, sumber Hi Tekno

Dilansir dari History, pada 16 Februari 1923, sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh arkeolog Inggris Howard Carter dan dibiayai oleh Lord Carnarvon membuka ruang pemakaman yang disegel dari firaun dinasti ke-18, yakni Raja Tutankhamun, yang juga dikenal sebagai Raja Tut. Tutankhamun adalah penguasa yang kurang dikenal, tetapi penemuan makamnya yang utuh dan tidak rusak membuat namanya mencuat seperti selebriti. Penemuan Carter juga memicu minat baru di bidang Egyptology.

Terlepas dari kenyataan bahwa makam Raja Tut tidak memiliki kutukan tertulis di dinding atau pada barang-barang di interiornya, namun kutukan Raja Tut adalah kutukan firaun yang paling terkenal dari semuanya. Ini karena adanya kematian misterius yang menimpa anggota ekspedisi itu dan diduga terkena kutukan. Mental Floss memiliki daftar anggota ekspedisi Carter yang menemui ajalnya setelah pembukaan makam Tut pada tahun 1923.

Lord Carnarvon, orang yang membiayai penggalian, meninggal hanya beberapa bulan setelah kuburan pertama kali dibuka. Dia meninggal karena gigitan nyamuk yang terinfeksi. Seorang teman Howard Carter, yang memberikan tangan mumi sebagai hadiah, mengalami insiden memilukan, rumahnya terbakar, dan juga kebanjiran ketika dia kembali membangun rumahnya. Eksekutif kereta api Amerika George Jay Gould meninggal karena pneumonia setelah mengunjungi makam tersebut.

Saudara tiri Lord Carnarvon bahkan tidak pernah mengunjungi makam itu, tetapi mengalami kebutaan, dan meninggal karena sepsis, kematiannya dikaitkan dengan Lord Carnarvon yang dianggap membawa kutukan firaun kepadanya. Yang lainnya diduga meninggal karena pembunuhan, mati dengan cara dibakar, dan bunuh diri karena putus asa akibat rumor tentang kutukan. Howard Carter sendiri hidup selama lebih dari satu dekade setelah ekspedisi, tetapi beberapa masih menghubungkan kematiannya akibat limfoma dari kutukan firaun.

2. Lapisan Kain Kafan Mumi

Untuk satu mumi Mesir membutuhkan 7 lapis kain kafan agar mumi bisa tertutup sempurna dan tidak membusuk. Kain kafan ini akan dibuat seperti perban panjang dan dibebatkan hingga 7 lapis. Kain 7 lapis ini menjadi salah satu penyebab mumi bisa awet hingga ribuan tahun. Selain dilapis, mumi juga dibalsem sehingga aman dan tidak digerogoti oleh kuman maupun bakteri. Mumi Mesir juga akan disimpan dalam sarkofagus tebal yang semakin membuatnya super awet.

Penemuan Mumi, sumber Republika
Penemuan Mumi, sumber Republika

3. Mumi Terawet

Biasanya beda tahun, beda juga cara mumifikasi di Mesir. Beberapa mumi Mesir bisa rusak hanya dalam waktu puluhan tahun. Ada yang masih utuh hingga ribuan tahun. Hingga kini, salah satu mumi paling awet ada dari masa Raja Tutankhamun pada tahun 1570-1095 sebelum Masehi. Seluruh mumi utuh hingga hari ini.

4. Jumlahnya Banyak

Mumifikasi mayat seorang raja ataupun keluarga kerajaan Mesir memang sering dilakukan sejak dulu kala. Proses ini membuat jumlah mumi Mesir mencapai ratusan dan ribuan. Ratusan dan ribuan mumi ini tersebar di seluruh penjuru Mesir dan paling banyak ditemukan di area reruntuhan kerajaan. Saat ditemukan, mumi-mumi ini akan dipindahkan ke museum atau bahkan dibiarkan di tempatnya semula. Mumi-mumi lalu akan mendapat perawatan dari pemerintah Mesir agar tidak rusak.

5. Dimakamkan Bersama Harta

Sebelum mumi dimasukkan ke dalam tempat peristirahatan terakhirnya atau dimasukkan ke dalam peti, mumi akan dibawa menggunakan kereta yang mewah dan kokoh. Kereta mewah ini juga akan ikut dikubur bersama dengan muminya. Di makam Raja Tut, ada enam kereta yang ikut dikubur beserta dengan harta berupa emas yang berlimpah. Wah, kaya juga ya Raja Tut ini.

Itu dia 5 fakta unik seputar Mumi Mesir yang menarik untuk diketahui. Tentu saja masih terdapat berbagai fakta unik lainnya yang bisa Anda simak. Untuk Anda yang ingin memesan keranda jenazah, kunjungi halaman kontak distributor keranda mayat.