Kelebihan Kain Beludru Hijau, Penutup Keranda Jenazah

Kain beludru hijau biasanya digunakan sebagai tambahan alat pengurusan jenazah untuk menutupi keranda mayat. Termasuk distributor keranda jenazah Jaya Madani, memilih kain beludru hijau sebagai penutup keranda jenazah yang cocok. Nah, bagaimana kualitas kain beludru untuk penutup keranda mayat ini?

Bagi Anda yang baru pertama kali melihat artikel di halaman distributor keranda mayat Jaya Madani, Anda bisa mengecek harga keranda mayat dan berbagai peralatan untuk mengurus jenazah lainnya. Salah satunya termasuk kain penutup keranda jenazah dari kain beludru hijau yang akan kita ulas kali ini. Berikut berbagai ulasan seputar kain penutup keranda jenazah.

Mengapa Harus Menggunakan Kain Penutup?

Jika kita melihat pedoman keranda jenazah dalam Islam, sebenarnya tidak ada himbauan khusus terkait kain beludru hijau untuk dijadikan penutup keranda. Namun terkadang kain penutup keranda jenazah memang diperlukan. Contohnya bagi para wanita, agar auratnya lebih terjaga meskipun dikala wafat.

Kain Beludru, sumber Liputan6
Kain Beludru, sumber Liputan6

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Sayyidah Fathimah putri Rasulullah SAW. Suatu ketika Beliau gusar akan keadannya apabila nanti ajal tiba dan bagaimana penduduk di sekitar akan mengurus jenazahnya. Maka, kegusaran ini pun disampaikan kepada orang terdekatnya.

Ketika Sayyidah Fathimah sedang sakit diambang wafat, maka Asma bintu Umais radhiyallahu anha datang menjenguknya. Maka Fathimah berkata kepada Sayyidah Asma: “Wahai Asma, aku begitu malu ketika harus keluar besok hari di hadapan para lelaki (ketika aku telah meninggal) dan tubuhku dibawa di atas peti mati”.

Sayyidah Fathimah radhiyallahu anha meyampaikan, “Sesungguhnya aku merasa malu dengan apa yang terjadi untuk para wanita ketika mereka dipakaikan sebuah kain kafan, maka kafan itu membentuk tubuhnya”.

Mendengar penyampaian dari Sayyidah Fathimah, Asma bintu Umais radhiyallahu anhu menjawab, “Wahai putri Rasulullah, maukah aku kabarkan kepadamu sebuah peti mati yang aku lihat di Habasyah?”

Maka Asma membuat peti mati yang tertutup dari semua sisinya seperti sebuah kardus. Ketika peti mati sudah jadi, Asma kemudian menutup peti mati itu kembali dengan sebuah kain yang luas maka tubuh mayyit yang dibawa di atasnya tidak akan mungkin terbentuk atau tersifati.

Melihat perbuatan Asma tersebut, Fathimah begitu bahagia. Seketika, Fathimah berkata kepada Asma, “Semoga Allah menutup auratmu sebagaimana engkau telah berusaha untuk menutup auratku.”

“Betapa indahnya buatanmu ini, sehingga wanita yang meninggal bisa dibedakan dengan lelaki yang meninggal. Jika aku mati, maka mandikanlah diriku bersama Ali” (HR. Abu Nu’aim Al-Asbahani pada Hilyah Al-Aulia 2/43)

Kain Beludru Hijau

Kain Penutup Keranda Jenazah, sumber Jaya Madani
Kain Penutup Keranda Jenazah, sumber Jaya Madani

Diantara banyak jenis kain, tim produksi berbagai alat untuk mengurus jenazah memilih kain beludru hijau sebagai penutup keranda jenazah. Bagaimana sebenarnya jenis kain ini dan apa kelebihannya dibandingkan kain lainnya?

Kain beludru adalah salah satu jenis kain yang tebal dan berat karena memiliki tekstur yang berbulu. Jika Anda mengenal produk leather, terdapat jenis kain suede yang disamakan dengan kain beludru karena sama-sama berbulu teksturnya. Namun aslinya keduanya berbeda.

Sesama kain yang bertekstur bulu, baik kain beludru dan kain suede memiliki kualitas yang tinggi serta harga yang mahal. Lantas, bagaimana karakteristik kain beludru dibedakan dengan jenis kain lainnya?

1. Tebal

Kain beludru memiliki ketebalan yang lebih dibandingkan dengan kain lainnya. Karena itu, untuk penutup keranda jenazah, kain ini dapat tetap pada posisinya saat dibawa karena tidak mudah tertiup angin atau gangguan kondisi lingkungan saat penggunaan keranda jenazah lainnya.

2. Berkualitas

Alasan menggunakan kain beludru, karena dibutuhkan kain penutup keranda yang berkualitas. Kualitas kain beludru ini juga dapat dimanfaatkan jika ingin membuat bordir tulisan kalimat syahadat yang biasanya terdapat pada kain penutup keranda jenazah.

3. Tahan Lama

Sebagai kain yang berkualitas tinggi dan umumnya dibuat dari bahan asal sutera, kain beludru hijau juga dikenal tahan lama. Peralatan pengurusan jenazah seperti kain penutup keranda memang diperlukan untuk waktu yang lama, bukan hanya sekali pakai saja. Sehingga dipilihlah kain beludru yang memiliki ketahanan yang lama karena bahan yang kuat.

keranda mayat surabaya
Kereta Jenazah Masjid AlIkhlas Sidoarjo, sumber : Distributor Keranda Mayat

4. Tidak Berjahit

Berbeda dengan jenis kain lainnya yang dijahit, kain beludru merupakan hasil tenunan. Meskipun tidak ada yang mengharuskan, namun sebagaimana pakaian ihram yang tidak boleh berjahit, dipilihlah kain beludru hijau untuk penutup keranda jenazah. Namun sebagai penutup keranda jenazah tidak harus dari kain yang tidak berjahit.

5. Persembahan yang Baik

Menggunakan bahan berkualitas dan bagus dilihat sebagai penutup keranda jenazah akan mengesankan persembahan terakhir bagi mayit. Siapa saja yang menghantarkan jenazah harus berupaya memberikan persembahan terakhir yang baik salah satunya dengan menggunakan kain beludru.

Dimana Mencari Kain Beludru?

Saat ini mudah sekali mencari kain beludru. Jika tidak bisa ke toko offline yang menjual kebutuhan perawatan jenazah, Anda bisa mencari secara online lewat website, marketplace atau sosial media. Kita sangat dimudahkan dengan adanya pemasaran lewat internet.

Cara Membersihkan Kain beludru

Bagaimana cara merawat kain beludru hijau yang berkualitas untuk keranda jenazah ini? Diperlukan trik khusus. Salah satunya saat membersihkan kain beludru saat bekas pakai atau apabila terkena kotoran.

Mudahnya, kain ini tidak bisa dicuci sebagaimana dengan kain jenis lainnya. Namun, karena ketebalannya, lebih diperlukan untuk menjaganya dan membersihkannya dari kotoran yang menempel. Jika sering dicuci, maka kualitasnya akan berubah dan cepat rusak terutama bulunya.

  1. Saat setelah dipakai, periksalah seluruh bagian untuk melihat apakan terdapat kotoran atau tidak
  2. Kemudian, bersihkan dengan vacum cleaner dan sikat yang tidak terlalu keras agar bulu tidak rontok.
  3. Semprotkan cairan yang dicampur sabun pembersih namun jangan sampai basah
  4. Bersihkan cairan sabun setelah digosok hingga tidak bersisa cairan sabunnya
  5. Jemurlah kain hingga kering dan sikat dengan lembut sehingga bulu-bulunya dapat renggang kembali

Itu dia berbagai informasi seputar kain beludru hijau untuk penutup keranda jenazah yang perlu diperhatikan. Jika Anda tertarik untuk membelinya sebagai penutup keranda jenazah, kunjungi halaman harga keranda jenazah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply