5+ Manfaat Mengingat Kematian (Keimanan Meningkat)

Manfaat mengingat kematian, Sumber: republika.co.id

Perlu Anda ketahui bahwa kematian itu pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Salah satu manfaat mengingat kematian ialah menjadikan diri sadar bahwa kehidupan ini hanyalah sementara, lalu berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan keimanan. Takut adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan ketakutan Anda membuang waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Mengingat kematian dalam Islam sangat diperlukan supaya kaum muslim semakin sadar bahwa setelah kematian ia tidak bisa lagi mempersiapkan bekal menuju akhirat. Ketika kematian datang menghampiri semua amal ibadahnya akan terputus kecuali 3 hal. 3 amalan setelah meninggal yang tidak terputus tertuang di dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Manfaat mengingat kematian, Sumber: republika.co.id
Manfaat mengingat kematian, Sumber: republika.co.id

Allah SWT telah menentukan kematian seseorang tanpa ada yang mengetahuinya. Jadi Anda tidak bisa lari dari kematian. Jika saat di dunia Anda memerlukan ID card untuk mengkonfirmasi identitas, namun Allah SWT tidak memerlukannya. Karena Allah SWT Maha Tau, Allah tau dimana keberadaan Anda sehingga tidak perlu kabur dan lari untuk menghindari kematian.

Hal yang berkaitan tentang kematian dalam islam juga dibahas dalam hadits. Hadits mengingat kematian tersebut disampaikan oleh Rasulullah SAW yang artinya: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan.” (HR. An-Nasai). Maksud dari pemutus kelezatan tersebut ialah kematian itu sendiri.

Manfaat Mengingat Kematian

Rasa takut akan kematian memang hal yang wajar. Namun jangan jadikan rasa takut Anda ini sebagai tameng yang membuat Anda semakin jauh dari Allah. Justru dengan rasa takut inilah yang membuat Anda senantiasa mengingat bahwa kematian itu nyata. Sehingga Anda bisa mempersiapkan bekal yang dibutuhkan sebelum kematian datang menjemput.

Allah SWT berfirman di salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa: 78). Ada berbagai manfaat yang akan Anda dapatkan apabila senantiasa mengingat kematian, berikut manfaatnya.

1. Manfaat Mengingat Kematian Bisa Menjauhkan Diri dari Maksiat

Ketika Anda mengingat kematian, Anda akan tersadar bahwa tidak boleh melakukan perbuatan maksiat. Jadi secara otomatis Anda akan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat yang penuh akan dosa. Karena ia sadar bahwa segala perbuatannya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Sehingga jalan yang bisa ia tempuh saat ini ialah memohon ampun kepada Allah sekaligus menjauhkan diri dari hal yang tidak bermanfaat. Hikmah mengingat kematian ini bisa menyelamatkan Anda dari lubang dosa akibat maksiat.

2. Mengingat Kematian Termasuk dari Ibadah

Perlu Anda ketahui bahwa manfaat mengingat kematian selanjutnya ialah termasuk dalam ibadah. Hal ini dikarenakan mengingat kematian merupakan salah satu hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menganjurkan umatnya untu senantiasa mengingat kematian supaya bisa mempersiapkan diri menghadapi kematian sekaligus bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

3. Lebih Khusyu’ Ketika Sholat

Mengingat kematian juga memiliki manfaat baik untuk kita agar lebih khusyu’ ketika melaksanakan sholat. Lakukanlah sholat seakan-akan inilah sholat terakhir Anda di dunia. Jadi Anda akan lebih khusyu’ saat sholat karena selalu mengingat kematian. Hal ini juga ada di dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Ingatlah kematian dalam salatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam salatnya, maka ia akan memperbagus salatnya. Salatlah seperti salat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan salat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami).

Kematian itu pasti terjadi, Sumber: amanat.id
Kematian itu pasti terjadi, Sumber: amanat.id

4. Mempersiapkan Diri Untuk Bertemu Allah

Dengan mengingat kematian, Anda juga bisa mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Anda tidak mau bukan berjumpa dengan Allah dalam keadaan yang buruk? Semua kaum muslim tentu saja ingin berjumpa dengan Allah dalam keadaan yang paling baik.

Sehingga mengingat kematian dapat digunakan untuk mempersiapkan bekal yang digunakan untuk berjumpa dengan Allah dalam keadaan sebaik mungkin. Renungan mengingat kematian ini baik untuk Anda yang ingin memantaskan diri di depan Allah kelak.

5. Mengingat Kematian Dapat Meningkatkan Keimanan

Manfaat mengingat kematian selanjutnya ialah dapat meningkatkan keimanan seseorang. Rasa takut akan kematian dapat menjadikan seseorang merubah diri menjadi lebih baik. Ia akan meningkatkan keimanan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Siapa sih yang tidak ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah? Setiap muslim tentu saja ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Oleh sebab itu meningkatkan keimanan bisa menjadi salah satu jalannya. Anda bisa melakukan berbagai amal kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang buruk.

6. Menjadi Lebih Bersyukur

Ketika seseorang telah berjumpa kematian, maka sudah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan. Hanya amal perbuatannya sajalah yang akan menolongnya di akhirat kelak. Namun jika selama di dunia ia tidak mengingat kematian dan sibuk menikmati perbuatan maksiat maka celakalah ia.

Jadi untuk Anda yang masih hidup dan diberi kesempatan mengingat kematian maka bersyukurlah. Anda masih bisa memperbaiki diri dan memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah Anda perbuat selama ini.

“Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 145).

Mengingat kematian termasuk dari ibadah, Sumber: klikbmi.com
Mengingat kematian termasuk dari ibadah, Sumber: klikbmi.com

Terima kasih telah menyimak informasi mengenai manfaat mengingat kematian. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat bagi Anda. Untuk Anda yang membutuhkan informasi terkait harga keranda mayat, dapat menghubungi Rajane Keranda di kontak yang telah tersedia.

Butuh berbagai peralatan kepengurusan jenazah seperti keranda mayat stainless? Segera hubungi Rajane Keranda untuk melakukan pemesanan. Kami akan dengan senang hati membantu memenuhi kebutuhan Anda tersebut.

Amalan Sedekah Jariyah, Apa Saja Contohnya?

Contoh amalan sedekah jariyah, Sumber: blog.justika.com

Sedekah jariyah ini termasuk bagian dari amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun telah meninggal. Hal ini sesuai dengan salah satu hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Sebelum masuk ke contoh-contoh dari sedekah jariyah, kita akan membahas mengenai pengertian amal jariyah. Amal jariyah artinya amal yang tidak akan terputus, meskipun orang tersebut telah tiada atau meninggal dunia. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa sedekah jariyah masuk ke dalam amalan setelah meninggal yang pahalanya akan terus mengalir.

Hal ini tentu saja akan membantu Anda ketika kematian telah datang menjemput. Semua amal akan terputus tapi tidak dengan sedekah jariyah yang telah Anda lakukan selama hidup di dunia ini. Jadi jangan pernah berhenti untuk melakukan kebaikan untuk melakukan amalan sedekah jariyah ini. Karena bisa menjadi bekal Anda yang bermanfaat untuk menghadapi fase kehidupan setelah kematian.

Contoh amalan sedekah jariyah, Sumber: blog.justika.com
Contoh amalan sedekah jariyah, Sumber: blog.justika.com

Melakukan hal-hal yang bermanfaat dan baik selama hidup di dunia itu penting. Ketika sudah meninggal, Anda tidak akan bisa lagi mengulang atau memperbaiki perbuatan yang Anda lakukan selama di dunia. Jadi pada saat masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Allah SWT, sudah sepantasnya dipergunakan untuk beribadah kepada-Nya dan melakukan perbuatan bermanfaat bagi orang lain.

Contoh Amalan Sedekah Jariyah

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua sedekah itu merupakan sedekah jariyah. Jadi hanya amalan yang selalu dan terus bermanfaat bagi orang lainlah yang dikatakan sebagai amal jariyah. Inilah beberapa contoh amal jariyah yang bisa Anda lakukan selama hidup di dunia.

1. Menggali Sumur

Terlihat sepele ya? Tapi nyatanya memang amalan yang satu ini merupakan salah satu amal jariyah yang bisa Anda lakukan. Sumur merupakan salah satu hal yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup, karena fungsinya yang digunakan sebagai sumber mata air. Semua makhluk hidup dapat terbantu dengan adanya sumber mata air.

Perihal ini juga telah dituangkan dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

Ilustrasi menggali sumur, Sumber: rumah.com
Ilustrasi menggali sumur, Sumber: rumah.com

2. Membangun Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah kaum muslim yang selalu digunakan, oleh sebab itu membangun masjid termasuk ke dalam amalan sedekah jariyah. Masjid akan terus dan selalu digunakan untuk beribadah kaum muslim. Jadi Anda tidak perlu ragu untuk menyalurkan harta Anda untuk pembangunan masjid.

Baca juga: Ketakutan akan Kematian? Begini Penjelasannya!

Boleh mendirikan satu bangunan utuh masjid ataupun memberikan donasi untuk pembangunan masjid. Berapapun harta yang Anda sumbangkan untuk pembangunan masjid akan dihitung. Jadi jangan ragu untuk ikut berdonasi membangun masjid ya. Perkara membangun masjid ini juga ada di sebuah hadits yang artinya:

“Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Membangun masjid, Sumber: widiutami.com
Membangun masjid, Sumber: widiutami.com

3. Menanam Pohon

Amalan jariyah lainnya yang sangat sederhana ialah menanam pohon atau berbagai tumbuhan lainnya. Amal jariyah tidak hanya berkaitan dengan harta saja, namun juga dengan hal lainnya. Misalnya saja seperti menanam pohon ini. Dengan menanam pohon Anda membantu kehidupan makhluk hidup kedepannya.

Adanya pohon dan tumbuhan lainnya sangat berguna untuk menstabilkan alam. Hal ini sangatlah berguna bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya dimasa depan. Jadi menanam pohon ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berlangsung terus-menerus.

Menanam pohon yang bermanfaat, Sumber: rumahummat.or.id
Menanam pohon yang bermanfaat, Sumber: rumahummat.or.id

4. Memberikan Al-Qur’an Kepada Orang Lain

Memberikan Al-Qur’an kepada orang lain juga menjadi amalan sedekah jariyah. Apabila orang yang Anda berikan Al-Qur’an terus membaca dan menggunakannya, pahala tersebut akan terus mengalir meskipun Anda telah meninggal dunia. Belum lagi jika Al-Qur’an itu diturunkan kepada anak-anaknya dan selanjutnya, jadi akan semakin bermanfaat dan pahala akan terus mengalir.

Memberikan Al-Qur'an kepada orang lain, Sumber: dompetalquran.or.id
Memberikan Al-Qur’an kepada orang lain, Sumber: dompetalquran.or.id

5. Menyebarkan Ilmu yang Bermanfaat

Amalan jariyah yang selanjutnya ialah menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi jika Anda memiliki ilmu pengetahuan yang baik, maka bisa disalurkan lagi ke orang-orang yang belum memahami ilmu tersebut. Jangan pelit untuk memberikan ilmu yang Anda miliki kepada orang lain.

Baca juga: Akibat Berbuat Maksiat (Diantaranya Memperpendek Umur)

Ketika ilmu yang Anda ajarkan ke orang lain berguna dan bermanfaat bagi dirinya, itu akan menjadikan ilmu tersebut amal jariyah Anda. Belum lagi orang yang Anda berikan ilmu mengajarkannya lagi ke orang lain. Maka pahalanya tidak akan terputus dan terus mengalir meskipun Anda telah meninggal dunia.

Menyebarkan ilmu, Sumber: tirto.id
Menyebarkan ilmu, Sumber: tirto.id

6. Sedekah Harta

Perlu Anda ingat bahwa harta yang Anda miliki saat ini adalah pemberian dari Allah SWT yang dititipkan kepada Anda. Sebagian harta yang Anda miliki bisa disalurkan kembali untuk kepentingan masyarakat yang bermanfaat. Sedekah harta ini bisa menjadi salah satu amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus.

Allah SWT berfirman di dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali- Imron ayat 92).

Ilustrasi sedekah harta, Sumber: liputan6.com
Ilustrasi sedekah harta, Sumber: liputan6.com

Itulah tadi informasi mengenai apa saja contoh amalan sedekah jariyah yang bisa Anda lakukan selama masih hidup. Ada tambahan informasi untuk Anda yang memerlukan alat-alat kepengurusan jenazah seperti keranda mayat stainless misalnya, maka bisa memesannya di Rajane Keranda. Anda bisa menghubungi kami untuk mendapatkan informasi terkait harga keranda mayat dan yang lainnya.

Jangan lupa untuk terus mengikuti artikel menarik lainnya dari kami seputar kepengurusan jenazah dan yang lainnya. Untuk mendapatkan informasi tersebut, Anda bisa mengakses langsung di laman website Rajane Keranda. Nantikan informasi menarik selanjutnya dari kami ya, terima kasih dan sampai jumpa!

Fase Kehidupan Setelah Kematian (Menurut Islam)

Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com

Jangan kira setelah kematian datang menjemput, semuanya akan berakhir. Anggapan itu salah, masih ada fase kehidupan lain setelah kematian yang sudah menunggu Anda. Maka tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia itu hanyalah sementara. Memang itulah kenyataannya, kehidupan yang sebenarnya ialah setelah kematian.

Kematian merupakan gerbang awal dimulainya tahapan perjalanan manusia menuju akhirat. Selama masih diberikan kesempatan hidup di dunia, sudah seharusnya kita menyiapkan bekal sebanyak mungkin untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat. Menjauhi perbuatan maksiat dan memperbanyak amalan baik bisa menjadi bekal yang berharga.

Segala sesuatu yang didapatkan di dunia seperti harta, tahta, ataupun jabatan tidak ada gunanya jika Anda telah meninggal. Hanya amalan baik yang pernah Anda lakukan selama hidup di dunia yang bisa menjadi bekal Anda. Begitu pula semua amal perbuatan akan terputus ketika Anda telah dijemput kematian, kecuali 3 amalan setelah meninggal yang pahalanya tidak terputus.

Ilustrasi kematian, Sumber: jabarekspres.com
Ilustrasi kematian, Sumber: jabarekspres.com

Hal ini sudah tertera di dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Tidak seorangpun yang tau kapan, dimana, dan seperti apa kematian datang menjemput. Hanya satu hal yang bisa kita lakukan yakni mempersiapkan kematian dengan sebaik mungkin. Memperbaiki ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah bisa terus Anda lakukan selama masih hidup. Selalu memohon ampun terhadap dosa-dosa yang pernah dilakukan selama hidup.

Fase Kehidupan Setelah Kematian dalam Islam

Jangan terlena dengan kehidupan yang ada di dunia, karena kenikmatan di dunia hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipu daya. Hal ini juga telah tertuang di salah satu ayat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imran: 185).

Kenikmatan yang dirasakan di dunia hanyalah tipu daya setan, jadi jangan tertipu oleh setan. Hal yang perlu Anda lakukan di dunia ialah memperbanyak amal sholih sebagai bekal untuk perjalan menuju kehidupan yang kekal dan abadi yakni akhirat. Allah SWT telah memperingatkan bahwa jangan tertipu oleh tipu daya setan.

“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (memperdayakan) Allah.” (Q.S Luqman: 33).

Ada berbagai fase kehidupan manusia dalam Islam yang perlu Anda lalui setelah kematian. Jadi sudah jelas, dunia bukanlah apa-apa. Berikut fase kehidupan setelah kematian yang perlu Anda ketahui.

1. Alam Barzah (Alam Kubur)

Setelah manusia meninggal, ia akan berpindah ke alam barzah atau alam kubur. Di alam kubur ini ia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir akan mulai memberikan pertanyaan mengenai segala amal yang telah diperbuat manusia selama di dunia. Mulai dari siapa Tuhannya, apa agamanya, apa kitabnya, dan siapa Nabinya.

Di alam kubur ini nantinya Anda akan menunggu hingga datangnya hari kiamat dan dibangkitkan kembali. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Sehingga apabila datang kematian kepada seorang diantara mereka (yang kafir) ia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan” (Allah berfirman), “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh (pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS.Al-Mu’minun: 99-100).

Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com
Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com

2. Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan)

Fase kehidupan manusia setelah kematian berikutnya ialah Yaumul Ba’ats atau hari kebangkitan. Hari ini akan datang ketika malaikat Isrofil meniupkan sangkakala yang kedua. Peniupan sangkakala yang pertama akan membinasakan semua makhluk hidup, kemudian yang kedua barulah dibangkitkan kembali semuanya tanpa terkecuali.

Hal ini telah tertuang di dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya: “Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68).

3. Yaumul Mahsyar (Padang Mahsyar)

Setelah semua makhluk dibangkitkan, mereka akan dikumpulkan di sebuah padang luas yang bernama Padang Mahsyar. Pada fase kehidupan setelah kematian ini, posisi matahari hanya berada satu jengkal di atas kepala manusia. Untuk kaum muslim yang taat kepada Allah akan mendapatkan perlindungan Allah sehingga tidak akan kepanasan.

Seluruh manusia akan didampingi oleh 2 malaikat dan mulai diadili. Malaikat yang satu menjadi pengiringnya dan malaikat yang satunya lagi akan menjadi saksi atas perbuatan yang telah dilakukan manusia selama hidup di dunia. Perihal Padang Mahsyar juga dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47).

Baca juga: Ketakutan akan Kematian? Begini Penjelasannya!

4. Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)

Fase kehidupan setelah kematian berikutnya ialah Yaumul Mizan atau hari penimbangan. Pada saat itu semua catatan amal yang telah dilakukan akan ditimbang. Sehingga semua orang akan memperolah balasan semua dengan timbangan amalnya. Mengenai hari penimbangan ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya: 47).

5. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)

Setelah itu amal perbuatan setiap orang akan dihitung di Yaumul Hisab. Satu per satu manusia akan melihat segala perbuatan yang telah ia lakukan selama hidup di dunia. Yaumul Hisab juga dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kepada kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban kami-lah menghisab mereka.” (QS. Al-Ghashiyah: 25-26).

6. Jembatan Shirathol Mustaqim

Fase kehidupan setelah kematian selanjutnya ialah melewati jembatan Shirathol Mustaqim. Untuk melewati jembatan ini tergantung dari amalan yang telah dihisab sebelumnya. Jika ia memiliki amalan yang buruk, maka jembatannya akan mengecil. Bahkan ukurannya sekecil sehelai rambut yang dibagi menjadi 7, sehingga ia akan kesulitan untuk melewati jembatan ini.

Beda halnya untuk orang yang memiliki amalan baik, ia akan dengan lancar melewatinya tanpa halangan apapun. Bahkan ada yang melewatinya secepat kilat, menunggang unta, kambing, bahkan sapi. Hewan-hewan tersebut merupakan hasil dari berqurban selama di dunia.

Baca juga: Amalan Setelah Meninggal (Pahala Tetap Mengalir)

7. Surga dan Neraka

Bagi umat muslim yang berhasil melewati jembatan Shirathol Mustaqim akan ditempatkan di dalam surga. Nantinya seluruh umat muslim akan ditempatkan di surga, meskipun ia memiliki dosa. Sebelum ke surga, umat muslim yang berdosa akan masuk terlebih dahulu ke dalam neraka untuk membersihkan seluruh dosanya.

Bagi kaum kafir, munafik, dan setan akan ditempatkan di neraka. Neraka merupakan tempat yang paling buruk, penuh dengan penderitaan, penyiksaan, dan kesengsaraan. Semua perbuatan buruk di dunia, akan dibalas di dalam neraka.

Perjalanan menuju akhirat, Sumber: wartakota.tribunnews.com
Perjalanan menuju akhirat, Sumber: wartakota.tribunnews.com

Itulah tadi informasi mengenai fase kehidupan setelah meninggal. Bagi Anda yang sedang mencari berbagai kebutuhan alat kepengurusan jenazah misalnya keranda mayat stainless, maka bisa menghubungi Rajane Keranda. Untuk melakukan pemesanan atau ingin Informasi lebih lanjut mengenai harga keranda mayat dan yang lainnya, bisa langsung menghubungi kontak yang telah tersedia.

Terima kasih telah membaca informasi di atas, semoga dapat memberikan manfaat untuk Anda. Selain informasi di atas, Anda juga bisa membaca artikel lainnya misalnya saja seperti hukum wasiat lisan dalam Islam atau informasi menarik lainnya. Anda bisa mengakses informasi tersebut hanya di laman website Rajane Keranda.

Amalan Setelah Meninggal (Pahala Tetap Mengalir)

Doa anak sholeh, Sumber: popbela.com

Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti dan akan terjadi kepada semua makhluk yang hidup. Namun tidak ada satupun yang tau kapan kematian akan datang menjemput. Setelah mati semua amalan yang diperbuat akan terputus. Namun ada beberapa amalan setelah meninggal yang pahalanya akan terus mengalir dan tidak terputus.

Jadi ketika seseorang meninggal dunia, maka ia tidak akan membawa apa-apa termasuk harta benda dan yang lainnya. Semua amal perbuatannya juga akan terputus pada saat meninggal, kecuali 3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia. Hal ini juga sudah ada di dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Salah satu amalan setelah meninggal ialah sedekah jariyah, Sumber: news.detik.com
Salah satu amalan setelah meninggal ialah sedekah jariyah, Sumber: news.detik.com

Karena tidak ada seorangpun yang tau tentang kapan kematian akan tiba, jadi sudah seharusnya kita mempersiapkannya mulai saat ini. Kita perlu mempersiapkan kematian sebaik mungkin dengan melakukan amalan-amalan baik selama masih hidup. Perbaikilah ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah bisa Anda lakukan sebelum kematian tiba.

Jangan sampai Anda termasuk orang-orang merugi yang belum sempat bertobat hingga ajal menjemput. Apalagi meninggal dalam keadaan berbuat maksiat, Naudzubillah Min Dzalik jangan sampai terjadi pada diri kita ya. Mati itu nyata dan akan dirasakan oleh setiap makhluk hidup, seperti yang telah tercantum dalam Al-qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185).

Manfaat Mengingat Kematian

Meskipun kita telah tau bahwa kematian itu pasti, namun masih banyak orang-orang yang takut akan mati. Rasa takut memanglah hal yang wajar dialami setiap orang. Namun terkadang masih banyak orang yang sudah merasa takut mati, namun masih berbuat maksiat. Bukannya berusaha untuk memperbaiki diri dengan mempersiapkan bekal sebelum kematian itu datang.

Jika diambil dari segi positifnya, rasa takut akan mati itu juga bermanfaat. Mengapa demikian? Ketika Anda merasa takut mati, maka secara otomatis Anda ingat akan kematian. Ingat mati itu penting untuk mempersiapkan bekal dan memperbaiki diri sebelum meninggal. Karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa mati tidak akan membawa apapun, jadi persiapkan bekal untuk menghadapinya.

Menjadi Lebih Bersyukur

Dengan mengingat kematian, akan membuat Anda lebih mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan oleh Allah selama ini. Karena Anda tau bahwa setelah kematian datang, Anda tidak lagi merasakan kenikmatan yang ada di dunia saat ini. Apapun yang sedang Anda lalui hari ini baik itu kesenangan, kesedihan, atau yang lainnya Anda bisa mensyukurinya.

Jika Anda masih bisa merasakan kenangan ataupun kesedihan itu tandanya Anda masih hidup. Setiap makhluk hidup tentu saja memiliki cobaan tersendiri. Namun dengan mengingat kematian, apapun keadaannya ia akan tetap bersyukur karena masih bisa bernafas hingga saat ini. Di salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Al Baihaqi).

Ilmu yang bermanfaat, Sumber: arahkata.pikiran-rakyat.com
Ilmu yang bermanfaat, Sumber: arahkata.pikiran-rakyat.com

Tambah Khusyu’ dalam Sholat

Mengingat kematian juga dapat menambah kekhusyu’an saat melaksanakan sholat. Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Ingatlah kematian dalam salatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam salatnya, maka ia akan memperbagus salatnya. Salatlah seperti salat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan salat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami).

Menambah Keimanan

Selama Anda mengingat kematian, maka secara otomatis juga akan menambah keimanan Anda. Anda akan lebih rajin untuk beribadah, berbuat kebaikan, menghindari segala larangan Allah, dan melakukan hal-hal yang diperintahkan Allah SWT.

Baca juga: Mendalami Fiqih Pengurusan Jenazah Yang Ideal!

Amalan yang Masih Mengalir Setelah Meninggal

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa setelah mati semua amal perbuatan akan terputus. Namun ada 3 amalan setelah meninggal yang tidak terputus pahalanya. Pahala yang terus mengalir setelah meninggal tersebut akan membantu Anda kelak setelah menjumpai kematian dan menjadinya bekal. Berikut 3 amalan yang tidak terputus pahalanya meski orang tersebut telah meninggal.

1. Sedekah Jariyah

Amalan setelah meninggal yang pahalanya akan terus mengalir yang pertama ialah sedekah jariyah. Misalnya dengan mensedekahkan AL-qur’an kepada seseorang. Selama Al-qur’an tersebut digunakan untuk hal-hal yang baik, maka pahala akan terus mengalir kepada si pemberi Al-qur’an tersebut. Meskipun orangnya sudah meninggal, pahalanya tetap akan terus mengalir.

Baca juga: Arti Mati Syahid Menurut Pendapat Beberapa Ulama’

2. Ilmu yang Bermanfaat

Pahala yang mengalir setelah mati selanjutnya ialah ilmu yang bermanfaat. Ketika masih hidup Anda sering menyebarkan ilmu yang baik dan bermanfaat kepada orang, lalu ilmu tersebut terus-menerus dipraktikkan dan disebarkan lagi, maka bisa menjadi amalan baik setelah meninggal. Ilmu tersebut akan mengalirkan pahala terus-menerus meskipun Anda telah meninggal.

3. Doa Anak Sholeh

Anak yang sholeh selalu mendoakan orang tuanya ketika masih hidup ataupun telah tiada. Doa anak sholeh merupakan salah satu amalan yang pahalanya akan membantu Anda kelak ketika sudah di alam kubur. Maka didiklah anak-anak Anda supaya menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua. Sehingga kelak ia bisa membantu Anda saat telah meninggal dunia.

Doa anak sholeh, Sumber: popbela.com
Doa anak sholeh, Sumber: popbela.com

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai apa saja amalan setelah meninggal. Sedikit informasi untuk Anda yang butuh alat-alat kepengurusan jenazah seperti keranda mayat stainless atau yang lainnya, maka dapat menghubungi Rajane Keranda. Untuk mendapatkan Informasi lebih lanjut mengenai harga keranda mayat, Anda bisa menghubungi kontak yang telah tersedia.

Terima kasih telah berkenan menyimak informasi di atas, nantikan artikel kami selanjutnya yang memuat informasi seputar kematian dan alat kepengurusan jenazah lainnya. Anda bisa membaca berbagai artikel yang telah kami bagikan seperti ziarah kubur dalam pandangan Islam dan informasi yang lainnya hanya di laman website Rajane Keranda.

Ketakutan akan Kematian? Begini Penjelasannya!

Ketakutan akan kematian, Sumber: muslim.okezone.com

Ketakutan akan Kematian – Rasa takut akan sesuatu hal di dalam hidup ini memang wajar dan sering kali terjadi, salah satunya ialah rasa takut akan kematian. Namun ada beberapa orang yang mengalami rasa takut mati berlebihan. Dari segi medis hal tersebut masuk ke dalam sebuah gangguan kesehatan yang dinamakan thanatophobia.

Thanatophobia merupakan rasa takut yang berlebihan pada kematian. Sebenarnya memiliki perasaan takut akan kematian sebuah kondisi yang wajar dan hampir dialami setiap manusia. Namun perlu Anda ingat kembali bahwa, nantinya semua makhluk yang hidup pasti akan mengalami kematian. Sehingga Anda tidak perlu untuk takut secara berlebihan.

Rasa takut termasuk ke dalam bagian dari cobaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Hal tersebut tertuang dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155).

Ketakutan akan kematian, Sumber: muslim.okezone.com
Ketakutan akan kematian, Sumber: muslim.okezone.com

Daripada Anda merasa ketakutan akan kematian, lebih baik Anda mencoba memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Tidak jarang orang-orang yang selalu dihantui rasa takut mati ini berbuat dosa sebelumnya, sehingga rasa takut mati selalu menghantui hidupnya. Rasa bersalah karena telah berbuat maksiat bisa menjadi penyebab tumbuhnya rasa takut berlebihan akan kematian.

Sebenarnya rasa takut mati ini juga diperlukan agar Anda bisa mengingat kematian, dan sadar bahwa kematian itu nyata. Sehingga Anda bisa mempersiapkan bekal yang akan dibawa untuk menghadap Allah SWT. Berikut salah satu ayat Al-Qur’an mengenai kematian:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ Ayat 35).

Cara Mengatasi Ketakutan akan Kematian

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa takut akan kematian. Meskipun Anda takut, namun sebisa mungkin Anda bisa mengontrol ketakutan tersebut. Karena dikhawatirkan rasa takut tersebut dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Berikut cara mengatasi rasa takut mati yang dilansir dari berbagai sumber.

Sholat 5 Waktu

Sholat 5 waktu termasuk salah satu cara menghilangkan rasa takut yang berlebihan menurut islam. Dengan rajin sholat 5 waktu dan tidak pernah meninggalkannya, akan membuat perasaan Anda jauh lebih tenang dari sebelumnya. Anda bisa memperbaiki terlebih dahulu ibadah wajib yang sering Anda tinggalkan tersebut.

Karena masih banyak orang muslim yang belum menjalankan sholat wajib 5 waktu. Meskipun wajib tapi kenyataannya masih banyak yang menyepelekan dan meninggalkannya. Padahal sholat dapat membuat hati Anda menjadi tenang dan menjadi salah satu cara untuk mengatasi ketakutan akan kematian.

Sholat 5 waktu, Sumber: dream.co.id
Sholat 5 waktu, Sumber: dream.co.id

Membaca Al-Qur’an

Cara mengatasi ketakutan akan kematian selanjutnya ialah dengan membaca Al-Qur’an. Dengan membaca Al-Qur’an, perasaan Anda akan menjadi tenang dan nyaman. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah melalui Al-Qur’an.

Anda bisa membaca Al-Qur’an setelah selesai sholat fardhu. Bacalah sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu ada akan mulai terbiasa dengan kebiasaan baik tersebut. Membaca Al-Qur’an juga dapat membuat suasana rumah menjadi lebih adem dan tenang.

Membaca Al-Qur'an, Sumber: jurnalmedan.pikiran-rakyat.com
Membaca Al-Qur’an, Sumber: jurnalmedan.pikiran-rakyat.com

Melaksanakan Amalan Sunnah

Meskipun bersifat sunnah, namun amalan ini baik dilakukan dan tidak akan merugikan Anda. Amalan sunnah ini jika dijalankan memiliki keistimewaan yang dahsyat. Keistimewaan melaksanakan amalan sunnah juga tertuan di salah satu hadits, Rasulullah bersabda:

“Amal yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah sholat. Jika baik maka dia akan beruntung dan sukses, jika buruk maka dia menyesal dan rugi. Allah SWT berfirman kepada malaikat, ‘Periksalah sholat hamba-Ku, cukup atau kurang? Jika cukup, catat. Jika kurang, periksa lagi, apakah hamba-Ku punya amal sholat sunah? Jika punya, kekurangan sholat wajibnya ditambal sholat sunahnya.’ Baru setelah itu, amalnya dihisab.” (HR Abu Dawud).

Baca juga: Hukum Wasiat Lisan Dalam Pandangan Islam yang Penting

Beberapa contoh amalan sunnah yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya meliputi sholat dhuha, sholat tahajud, hingga puasa. Bahkan berdzikir juga termasuk dari amalan sunnah yang bisa Anda lakukan setiap saat. Berdzikir juga akan membuat Anda lebih tenang dan bisa mengalihkan rasa takut Anda tentang kematian.

Melakukan amalan sunnah, Sumber: muslimah.or.id
Melakukan amalan sunnah, Sumber: muslimah.or.id

Berkumpul dengan Orang-Orang Sholih

Lingkungan juga membawa dampak bagi setiap individu untuk melakukan sesuatu. Apabila Anda berkumpul dengan orang-orang yang suka berbuat maksiat, maka besar kemungkinan Anda juga akan terjerumus ke dalamnya. Oleh sebab itu berkumpullah dengan lingkungan yang di dalamnya banyak orang-orang sholih yang mengajarkan kebaikan.

Berkumpul dengan orang sholih dapat membuat hati Anda menjadi lebih tenang. Sekaligus membantu Anda untuk semakin dekat dengan Allah. Dengan berada di lingkungan baik ini, Anda akan mulai menjauhi berbagai hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Berkumpul dengan orang-orang sholih, Sumber: masjidassegaf.com
Berkumpul dengan orang-orang sholih, Sumber: masjidassegaf.com

Melakukan Kegiatan Bermanfaat

Ada berbagai kegiatan yang membawa manfaat di dalam kehidupan Anda, misalnya saja bersedekah. Dengan bersedekah Anda bisa lebih mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan Allah untuk Anda. Selain itu, Anda juga bisa membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Anda akan lebih fokus untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk sekitar. Alih-alih sering ketakutan akan kematian, Anda akan lebih sering memikirkan bagaimana cara untuk mempersiapkan bekal yang akan Anda bawa untuk kembali ke haribaan Allah SWT.

Ilustrasi bersedekah, Sumber: hot.liputan6.com
Ilustrasi bersedekah, Sumber: hot.liputan6.com

Itulah tadi informasi yang dapat kami sampaikan mengenai ketakutan akan kematian. Ada tambahan informasi bagi Anda yang memerlukan berbagai alat kepengurusan jenazah seperti keranda mayat stainless atau yang lainnya dapat menghubungi Rajane Keranda. Untuk mendapatkan Informasi lebih lanjut mengenai harga keranda mayat, Anda bisa menghubungi kami di kontak yang tersedia.

Terima kasih telah berkenan membaca artikel di atas, nantikan artikel kami berikutnya yang memuat informasi seputar kematian dan alat kepengurusan jenazah lainnya. Anda bisa membaca berbagai artikel yang telah kami bagikan seperti apa saja tanda-tanda kematian dan informasi yang lainnya hanya di laman website Rajane Keranda.

Bagaimana Mempersiapkan Kematian Bagi Seorang Muslim?

Perjalanan Hidup, sumber Medium

Salah satu yang menjadi kepastian bagi setiap manusia adalah mati. Namun berbeda definisi kematian menurut berbagai pandangan hidup yang dianut oleh manusia. Bagi Umat Islam, kematian adalah jembatan yang menghubungkan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Karena itu, perlu bagi setiap muslim untuk mempersiapkan kematian yang pasti akan dijumpai setiap orang.

Pedoman mempersiapkan kematian sudah tersirat pada sumber-sumber petunjuk dalam Islam yaitu Al Quran, As Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Namun untuk memahaminya, diperlukan ilmu agar mendapatkan kesimpulan yang benar. Bagaimana apabila tidak memiliki ilmu? Kita bisa mengambil dan mengkaji berbagai penyampaian para Ulama’ terkait mempersiapkan kematian bagi seorang muslim ini.

Ilustrasi Tugas Manusia di Dunia
Ilustrasi Tugas Manusia di Dunia

Tugas Seorang Muslim

Bagi seorang muslim, keberadaannya di dunia bukan tanpa alasan. Setelah memahami siapa Sang Pencipta yang haq, maka didapati bahwa petunjuk dari Sang Pencipta inilah yang paling layak dijadikan pedoman. Sang Pencipta yang tidak ada tuhan selain-Nya adalah Allah SWT.

Bagaimana petunjuk dari Allah SWT terkait tugas seorang muslim yang menjadi alasan mengapa dia dihidupkan serta menjadi patokan bagi tujuan hidupnya? Bisa dilihat dari wahyu yang Allah SWT turunkan di dalam Al Qur’an,

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Az Zariyat : 56)

Kata “mengabdi kepada-Ku” di definisikan menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Seluruh perintah Allah SWT semuanya terkumpul dari satu pedoman yaitu syari’at Islam. Maka, bisa disimpulkan, bagi seorang muslim kehidupannya di dunia adalah untuk menjalankan berbagai aktivitas dalam hidupnya sesuai dengan syari’at Islam.

Mempersiapkan Kematian

Jika seorang muslim dapat menjalankan syari’at Islam secara sempurna bagi dirinya, maka sebagai seorang muslim dapat dikatakan bahwa dia menjalankan tugasnya dengan baik. Apabila dalam kehidupan ini, dia menyelesaikan tugasnya dengan bagi maka dapat diasumsikan bahwa dia dapat kembali ke sisi Allah SWT dalam keadaan yang baik pulang.

Kembalinya seseorang ke sisi Allah SWT (dari kehidupan dunia) melalui jembatan yang bernama kematian. Meskipun disebut jembatan, namun ternyata kematian merupakan peristiwa yang berat untuk dijalani bagi siapapun. Diriwayatkan dari Syahr bin Husyab dia berkata,

“Rasulullah SAW ditanya tentang beratnya kematian, Beliau SAW bersabda, “Kematian yang paling ringan adalah seperti bulu wol yang tercerabut dari kulit domba.”

Hadits dari Nabi SAW di atas menggambarkan bahwa kematian yang paling ringan saja begitu menyakitkan. Maka dari itu, wajar jika dikatakan bahwa kematian merupakan peristiwa yang berat. Untuk menghadapi peristiwa yang berat inilah kita mempersiapkan kematian.

Lantas, bagaimana kita mempersiapkan kematian? Mari kita melihat terlebih dahulu amalan para Shahabat Rasulullah SAW yang telah dijamin masuk surga. Mereka saat merasa sudah didatangi oleh ajalnya, melakukan amalan-amalan yang menjadikan mereka mengerti akan kedatangan peristiwa ini. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abu Thalib, semoga Allah SWT meridhoi mereka semua.

Perjalanan Hidup, sumber Medium
Perjalanan Hidup, sumber Medium
  • Diriwayatkan, ketika menghadapi hari-hari kematiannya, Abu Bakar As-Shiddieq RA sering membaca surah Qaaf [50] ayat 19. Abu Bakar berpesan kepada putrinya Aisyah, “Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah keduanya dan kafankan aku dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama menggunakan baju baru daripada yang sudah jadi mayit.”
  • Ketika Umar bin Khattab RA ditusuk oleh seseorang, sahabatnya bernama Abdullah bin Abbas RA datang menjenguknya. Dia berkata, “Engkau telah masuk Islam saat orang-orang (lain) masih kafir. Dan engkau selalu berjihad bersama Rasulullah saat orang-orang (lain) malas. Saat Rasulullah SAW wafat dia sudah ridha denganmu.”

    Umar kemudian berkata, “Ulangi ucapanmu!” Maka diulang kepadanya. Dia kemudian berkata, “Celakalah orang yang tertipu dengan ucapan-ucapanmu itu.”
  • Setelah ditusuk oleh orang-orang yang memberontak hingga darah mengalir ke janggutnya, Utsman bin Affan RA berkata, “Tidak ada Tuhan selain Engkau (ya Allah), Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, aku memohon perlindungan-Mu dan pertolongan-Mu atas segala persoalanku dan aku memohon pada-Mu diberikan kesabaran atas ujian ini.”
  • Menjelang kematiannya, Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Apa yang sudah dilakukan terhadap orang yang menusukku?” Mereka menjawab, “Kami telah menangkapnya.” Ali berkata, “Beri makan dan minum dia dengan makanan dan minumanku. Jika aku hidup, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Jika aku mati, pukullah dia sekali pukul saja. Jangan kalian tambahkan sedikit pun.”

    Ali kemudian berpesan kepada putranya Hasan RA agar memandikannya. Ia berkata, “Jangan berlebih-lebihan dalam mengafaniku. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah bermewah-mewahan dalam berkafan sebab yang demikian itu menghimpit dengan keras.”

Dari berbagai uraian serta peristiwa di atas, kita sedikit dapat mengambil pelajaran. Bahwa, mempersiapkan kematian tidak jauh dari bagaimana menyempurnakan tugas kita sebagai seorang muslim yaitu berusaha menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Aktivitas ini jika dirinci lebih spesifik adalah mengerjakan setiap amalan shalih, menghindari berbagai macam maksiyat serta selalu melakukan tobat.

Terakhir, untuk lebih menguatkan upaya kita menyelesaikan tugas selama masih diberikan kehidupan ini, mari simak hadits Rasulullah SAW berikut.

“Orang cerdas adalah orang yang rendah diri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, dan orang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah,” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya). Semoga bisa menjadi renungan yang bermanfaat untuk kita semua. Apabila Anda membutuhkan keranda mayat baik untuk keperluan bersama di Masjid atau di area tempat tinggal Anda, hubungi distributor keranda mayat.