Fase Kehidupan Setelah Kematian (Menurut Islam)

Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com

Jangan kira setelah kematian datang menjemput, semuanya akan berakhir. Anggapan itu salah, masih ada fase kehidupan lain setelah kematian yang sudah menunggu Anda. Maka tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa kehidupan di dunia itu hanyalah sementara. Memang itulah kenyataannya, kehidupan yang sebenarnya ialah setelah kematian.

Kematian merupakan gerbang awal dimulainya tahapan perjalanan manusia menuju akhirat. Selama masih diberikan kesempatan hidup di dunia, sudah seharusnya kita menyiapkan bekal sebanyak mungkin untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat. Menjauhi perbuatan maksiat dan memperbanyak amalan baik bisa menjadi bekal yang berharga.

Segala sesuatu yang didapatkan di dunia seperti harta, tahta, ataupun jabatan tidak ada gunanya jika Anda telah meninggal. Hanya amalan baik yang pernah Anda lakukan selama hidup di dunia yang bisa menjadi bekal Anda. Begitu pula semua amal perbuatan akan terputus ketika Anda telah dijemput kematian, kecuali 3 amalan setelah meninggal yang pahalanya tidak terputus.

Ilustrasi kematian, Sumber: jabarekspres.com
Ilustrasi kematian, Sumber: jabarekspres.com

Hal ini sudah tertera di dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Tidak seorangpun yang tau kapan, dimana, dan seperti apa kematian datang menjemput. Hanya satu hal yang bisa kita lakukan yakni mempersiapkan kematian dengan sebaik mungkin. Memperbaiki ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah bisa terus Anda lakukan selama masih hidup. Selalu memohon ampun terhadap dosa-dosa yang pernah dilakukan selama hidup.

Fase Kehidupan Setelah Kematian dalam Islam

Jangan terlena dengan kehidupan yang ada di dunia, karena kenikmatan di dunia hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipu daya. Hal ini juga telah tertuang di salah satu ayat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imran: 185).

Kenikmatan yang dirasakan di dunia hanyalah tipu daya setan, jadi jangan tertipu oleh setan. Hal yang perlu Anda lakukan di dunia ialah memperbanyak amal sholih sebagai bekal untuk perjalan menuju kehidupan yang kekal dan abadi yakni akhirat. Allah SWT telah memperingatkan bahwa jangan tertipu oleh tipu daya setan.

“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (memperdayakan) Allah.” (Q.S Luqman: 33).

Ada berbagai fase kehidupan manusia dalam Islam yang perlu Anda lalui setelah kematian. Jadi sudah jelas, dunia bukanlah apa-apa. Berikut fase kehidupan setelah kematian yang perlu Anda ketahui.

1. Alam Barzah (Alam Kubur)

Setelah manusia meninggal, ia akan berpindah ke alam barzah atau alam kubur. Di alam kubur ini ia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir akan mulai memberikan pertanyaan mengenai segala amal yang telah diperbuat manusia selama di dunia. Mulai dari siapa Tuhannya, apa agamanya, apa kitabnya, dan siapa Nabinya.

Di alam kubur ini nantinya Anda akan menunggu hingga datangnya hari kiamat dan dibangkitkan kembali. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Sehingga apabila datang kematian kepada seorang diantara mereka (yang kafir) ia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan” (Allah berfirman), “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh (pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS.Al-Mu’minun: 99-100).

Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com
Fase kehidupan setelah kematian, Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com

2. Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan)

Fase kehidupan manusia setelah kematian berikutnya ialah Yaumul Ba’ats atau hari kebangkitan. Hari ini akan datang ketika malaikat Isrofil meniupkan sangkakala yang kedua. Peniupan sangkakala yang pertama akan membinasakan semua makhluk hidup, kemudian yang kedua barulah dibangkitkan kembali semuanya tanpa terkecuali.

Hal ini telah tertuang di dalam salah satu ayat Al-Qur’an yang artinya: “Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68).

3. Yaumul Mahsyar (Padang Mahsyar)

Setelah semua makhluk dibangkitkan, mereka akan dikumpulkan di sebuah padang luas yang bernama Padang Mahsyar. Pada fase kehidupan setelah kematian ini, posisi matahari hanya berada satu jengkal di atas kepala manusia. Untuk kaum muslim yang taat kepada Allah akan mendapatkan perlindungan Allah sehingga tidak akan kepanasan.

Seluruh manusia akan didampingi oleh 2 malaikat dan mulai diadili. Malaikat yang satu menjadi pengiringnya dan malaikat yang satunya lagi akan menjadi saksi atas perbuatan yang telah dilakukan manusia selama hidup di dunia. Perihal Padang Mahsyar juga dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47).

Baca juga: Ketakutan akan Kematian? Begini Penjelasannya!

4. Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)

Fase kehidupan setelah kematian berikutnya ialah Yaumul Mizan atau hari penimbangan. Pada saat itu semua catatan amal yang telah dilakukan akan ditimbang. Sehingga semua orang akan memperolah balasan semua dengan timbangan amalnya. Mengenai hari penimbangan ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya: 47).

5. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)

Setelah itu amal perbuatan setiap orang akan dihitung di Yaumul Hisab. Satu per satu manusia akan melihat segala perbuatan yang telah ia lakukan selama hidup di dunia. Yaumul Hisab juga dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kepada kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban kami-lah menghisab mereka.” (QS. Al-Ghashiyah: 25-26).

6. Jembatan Shirathol Mustaqim

Fase kehidupan setelah kematian selanjutnya ialah melewati jembatan Shirathol Mustaqim. Untuk melewati jembatan ini tergantung dari amalan yang telah dihisab sebelumnya. Jika ia memiliki amalan yang buruk, maka jembatannya akan mengecil. Bahkan ukurannya sekecil sehelai rambut yang dibagi menjadi 7, sehingga ia akan kesulitan untuk melewati jembatan ini.

Beda halnya untuk orang yang memiliki amalan baik, ia akan dengan lancar melewatinya tanpa halangan apapun. Bahkan ada yang melewatinya secepat kilat, menunggang unta, kambing, bahkan sapi. Hewan-hewan tersebut merupakan hasil dari berqurban selama di dunia.

Baca juga: Amalan Setelah Meninggal (Pahala Tetap Mengalir)

7. Surga dan Neraka

Bagi umat muslim yang berhasil melewati jembatan Shirathol Mustaqim akan ditempatkan di dalam surga. Nantinya seluruh umat muslim akan ditempatkan di surga, meskipun ia memiliki dosa. Sebelum ke surga, umat muslim yang berdosa akan masuk terlebih dahulu ke dalam neraka untuk membersihkan seluruh dosanya.

Bagi kaum kafir, munafik, dan setan akan ditempatkan di neraka. Neraka merupakan tempat yang paling buruk, penuh dengan penderitaan, penyiksaan, dan kesengsaraan. Semua perbuatan buruk di dunia, akan dibalas di dalam neraka.

Perjalanan menuju akhirat, Sumber: wartakota.tribunnews.com
Perjalanan menuju akhirat, Sumber: wartakota.tribunnews.com

Itulah tadi informasi mengenai fase kehidupan setelah meninggal. Bagi Anda yang sedang mencari berbagai kebutuhan alat kepengurusan jenazah misalnya keranda mayat stainless, maka bisa menghubungi Rajane Keranda. Untuk melakukan pemesanan atau ingin Informasi lebih lanjut mengenai harga keranda mayat dan yang lainnya, bisa langsung menghubungi kontak yang telah tersedia.

Terima kasih telah membaca informasi di atas, semoga dapat memberikan manfaat untuk Anda. Selain informasi di atas, Anda juga bisa membaca artikel lainnya misalnya saja seperti hukum wasiat lisan dalam Islam atau informasi menarik lainnya. Anda bisa mengakses informasi tersebut hanya di laman website Rajane Keranda.